Tolak RUU Keamanan, Polisi Paris Turun ke Jalan
Selasa, 15 Desember 2020 - 19:49 WIB
loading...
A
A
A
Dalam sebuah surat kepada serikat polisi nasional pekan lalu, Macron berjanji akan melakukan serangkaian reformasi di tujuh bidang, termasuk pelatihan polisi, pengawasan, sumber daya, rekaman video intervensi, inspeksi, dan hubungan dengan populasi yang lebih luas.
Partai Macron, La Republique En Marche, juga memicu kemarahan penegak hukum setelah berjanji untuk menulis ulang sebagian rancangan undang-undang keamanan yang kontroversial. Salah satu ketentuan yang diatur melarang warga untuk merekam petugas yang sedang bertugas dan memposting gambar secara online dengan maksud untuk menyakiti.
Kritik terhadap rancangan undang-undang (RUU) tersebut, yang baru-baru ini diadopsi oleh majelis rendah parlemen, telah memicu aksi protes selama tiga minggu berturut-turut. Beberapa berpendapat RUU tersebut dapat mengkriminalisasi jurnalis yang ingin mendokumentasikan kebrutalan polisi.(Baca juga: Kabinet Prancis Dukung Undang-undang yang Targetkan Ekstremisme )
Aksi protes polisi pada Senin malam bukanlah yang pertama dari jenisnya di ibu kota Prancis dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya petugas polisi juga menggelar demonstrasi lain pada Jumat lalu. Menurut seorang jurnalis lokal, protes sebelumnya datang setelah Macron memberikan wawancara panjang ke platform video Prancis Brut, di mana dia mengatakan non-kulit putih "lebih mungkin untuk diperiksa oleh polisi," di antara kritik lain terhadap penegakan hukum.
Partai Macron, La Republique En Marche, juga memicu kemarahan penegak hukum setelah berjanji untuk menulis ulang sebagian rancangan undang-undang keamanan yang kontroversial. Salah satu ketentuan yang diatur melarang warga untuk merekam petugas yang sedang bertugas dan memposting gambar secara online dengan maksud untuk menyakiti.
Kritik terhadap rancangan undang-undang (RUU) tersebut, yang baru-baru ini diadopsi oleh majelis rendah parlemen, telah memicu aksi protes selama tiga minggu berturut-turut. Beberapa berpendapat RUU tersebut dapat mengkriminalisasi jurnalis yang ingin mendokumentasikan kebrutalan polisi.(Baca juga: Kabinet Prancis Dukung Undang-undang yang Targetkan Ekstremisme )
Aksi protes polisi pada Senin malam bukanlah yang pertama dari jenisnya di ibu kota Prancis dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya petugas polisi juga menggelar demonstrasi lain pada Jumat lalu. Menurut seorang jurnalis lokal, protes sebelumnya datang setelah Macron memberikan wawancara panjang ke platform video Prancis Brut, di mana dia mengatakan non-kulit putih "lebih mungkin untuk diperiksa oleh polisi," di antara kritik lain terhadap penegakan hukum.
(ber)
Lihat Juga :