Tolak RUU Keamanan, Polisi Paris Turun ke Jalan

Selasa, 15 Desember 2020 - 19:49 WIB
loading...
Tolak RUU Keamanan,...
Anggota polisi di Ibu Kota Prancis, Prancis, berunjuk rasa memprotes dan mengecam Presiden Emmanuel Macron setelah dia menyerukan reformasi polisi. Foto/Tangkapan layar
A A A
PARIS - Anggota polisi di Ibu Kota Prancis , Paris, berunjuk rasa memprotes dan mengecam Presiden Emmanuel Macron setelah dia menyerukan reformasi polisi. Macron dan partainya berupaya untuk mengamandemen undang-undang keamanan yang melindungi identitas petugas polisi.

Para petugas polisi terlihat berdemonstrasi di jalan-jalan Paris pada Senin malam. Beberapa dari mereka melakukan protes dengan berseragam dan dari kendaraan darurat, lampu biru mereka yang berkedip menerangi Place de l'Etoile yang ikonik di kota itu.

“Saya berbicara atas nama kolega yang ada di belakang saya, yang menderita setiap hari di luar, yang dianiaya, dibakar, dilecehkan, diganggu,” kata seorang petugas polisi, menuntut agar polisi menerima “dukungan” dari pemerintah.



“Kita harus tahu bahwa itu juga berdampak pada keluarga kita, istrinya, anak-anaknya, juga orang tua, yang juga menderita karena anak-anak polisi mereka dianiaya dan dilecehkan secara permanen. Itu mempengaruhi banyak orang dan kita membutuhkan dukungan ini. Tanpa itu, kita menang tidak bergerak maju," imbuhnya seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (15/12/2020).

Reporter lokal lainnya juga hadir di lokasi protes, merekam para demonstran saat mereka meneriakkan slogan di tengah hujan lebat.

Aksi protes itu muncul saat Macron semakin membidik kepolisian Prancis, bersumpah untuk "campur tangan secara pribadi" dalam masalah tersebut awal bulan ini. Keputusan itu muncul setelah sepasang klip video kontroversial muncul yang menunjukkan petugas memukuli tersangka. (Baca juga: Dewan HAM PBB Desak Prancis Ubah RUU Keamanan Baru )

Dalam sebuah surat kepada serikat polisi nasional pekan lalu, Macron berjanji akan melakukan serangkaian reformasi di tujuh bidang, termasuk pelatihan polisi, pengawasan, sumber daya, rekaman video intervensi, inspeksi, dan hubungan dengan populasi yang lebih luas.

Partai Macron, La Republique En Marche, juga memicu kemarahan penegak hukum setelah berjanji untuk menulis ulang sebagian rancangan undang-undang keamanan yang kontroversial. Salah satu ketentuan yang diatur melarang warga untuk merekam petugas yang sedang bertugas dan memposting gambar secara online dengan maksud untuk menyakiti.

Kritik terhadap rancangan undang-undang (RUU) tersebut, yang baru-baru ini diadopsi oleh majelis rendah parlemen, telah memicu aksi protes selama tiga minggu berturut-turut. Beberapa berpendapat RUU tersebut dapat mengkriminalisasi jurnalis yang ingin mendokumentasikan kebrutalan polisi.(Baca juga: Kabinet Prancis Dukung Undang-undang yang Targetkan Ekstremisme )

Aksi protes polisi pada Senin malam bukanlah yang pertama dari jenisnya di ibu kota Prancis dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya petugas polisi juga menggelar demonstrasi lain pada Jumat lalu. Menurut seorang jurnalis lokal, protes sebelumnya datang setelah Macron memberikan wawancara panjang ke platform video Prancis Brut, di mana dia mengatakan non-kulit putih "lebih mungkin untuk diperiksa oleh polisi," di antara kritik lain terhadap penegakan hukum.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Prancis Larang Pejabat...
Prancis Larang Pejabat Israel Hadiri Pameran Senjata, Zionis Murka
Aliansi Masyarakat Jakarta...
Aliansi Masyarakat Jakarta Timur Minta Program MBG Dilanjutkan
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
AS Sebut Iran Bisa Hidup...
AS Sebut Iran Bisa Hidup Senang jika Penuhi Syarat-Syarat Ini, Apa Saja?
Rekomendasi
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
Timwas Sebut Presiden...
Timwas Sebut Presiden Prabowo Ingin Antrean Haji Dipangkas Lagi
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Infografis
PBB Tolak Usulan Trump...
PBB Tolak Usulan Trump Relokasi Warga Palestina ke Luar Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved