Electoral College Resmi Nyatakan Biden Menang Pilpres AS
Selasa, 15 Desember 2020 - 07:22 WIB
loading...
A
A
A
Di bawah sistem yang rumit sejak tahun 1780-an, seorang kandidat menjadi presiden AS bukan dengan memenangkan mayoritas suara populer (popular votes) tetapi melalui sistem Electoral College, yang memberikan suara elektoral ke 50 negara bagian dan District of Columbia. (Baca juga: Biden Perintahkan Gedung Putih 'Mengusir' Trump dan Jejak COVID-nya )
Trump telah meminta legislator negara bagian yang dikuasai Partai Republik untuk menunjuknya sebagai pemenang pilpres AS, yang pada dasarnya mengabaikan keinginan para pemilih. Anggota parlemen negara bagian sebagian besar menolak gagasan itu.
Trump mengatakan akhir bulan lalu bahwa dia akan meninggalkan Gedung Putih jika Electoral College memilih Biden, tetapi sejak itu terus menekan dengan kampanyenya yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk membatalkan kekalahannya, mengajukan sejumlah tuntutan hukum yang menentang penghitungan suara. Namun, upaya Trump itu nihil.
Meski kalah, Trump mengulangi serangkaian klaim palsu tentang kecurangan pemilu AS.
"Swing States yang telah menemukan penipuan suara besar-besaran, yang semuanya, tidak dapar secara hukum menyertikasikan suara ini sebagai lengkap dan benar tanpa melakukan kejahatan yang dapat dihukum berat," tulis Trump di Twitter, seperti dikutip Reuters, Selasa (15/12/2020).
Trump telah meminta legislator negara bagian yang dikuasai Partai Republik untuk menunjuknya sebagai pemenang pilpres AS, yang pada dasarnya mengabaikan keinginan para pemilih. Anggota parlemen negara bagian sebagian besar menolak gagasan itu.
Trump mengatakan akhir bulan lalu bahwa dia akan meninggalkan Gedung Putih jika Electoral College memilih Biden, tetapi sejak itu terus menekan dengan kampanyenya yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk membatalkan kekalahannya, mengajukan sejumlah tuntutan hukum yang menentang penghitungan suara. Namun, upaya Trump itu nihil.
Meski kalah, Trump mengulangi serangkaian klaim palsu tentang kecurangan pemilu AS.
"Swing States yang telah menemukan penipuan suara besar-besaran, yang semuanya, tidak dapar secara hukum menyertikasikan suara ini sebagai lengkap dan benar tanpa melakukan kejahatan yang dapat dihukum berat," tulis Trump di Twitter, seperti dikutip Reuters, Selasa (15/12/2020).
(min)
Lihat Juga :