Serukan Bunuh Pendukung Rezim, Guru di Mesir Mengarang Hadis Nabi

Senin, 14 Desember 2020 - 12:24 WIB
loading...
Serukan Bunuh Pendukung...
Sekolah di Mesir mewajibkan pemakaian masker di tengah pandemi COVID-19. Seorang guru sekolah di negara ini mengarang hadis Nabi Muhammad untuk menghasut pembunuhan terhadap pendukung rezim pemerintah. Foto/REUTERS
A A A
KAIRO - Seorang guru sekolah di Mesir dipecat setelah dihukum pihak pengadilan karena radikalisme agama. Dia sengaja mengarang hadis Nabi Muhammad SAW untuk menghasut pembunuhan terhadap orang lain dengan motif politik.

Pengadilan Tinggi Administratif dengan suara bulat menguatkan hukuman tersebut, dengan mengatakan bahwa guru tersebut telah menghasut untuk membunuh seorang rekan perempuan di sekolahnya di pinggiran Kairo dan mengarang hadis Nabi Muhammad untuk mendukung pendapatnya. (Baca: Media Israel: Indonesia Sangat Ingin Normalisasi Hubungan dengan Israel )

Guru yang namanya tidak disebutkan itu mengklaim bahwa membunuh pendukung rezim atau sistem yang berkuasa akan masuk ke surga.

"Ini adalah hasutan massal untuk membunuh dan mencampurkan agama dan politik," kata pengadilan tersebut dalam menjelaskan putusannya, seperti dikutip Gulf News, Senin (14/12/2020). Laporan media Timur Tengah tersebut tidak merinci hukuman terhadap guru tersebut.

"Apa yang dikatakan guru mewakili penghinaan terhadap agama dengan memalsukan hadis untuk mencapai keuntungan politik yang mencerminkan sikap politiknya terhadap negara," lanjut putusan pengadilan. (Baca juga: Bos Geng Motor Rebels Ditembak Mati Picu Kekhawatiran Perang Besar-besaran )

Pemerintah Mesir telah melakukan tindakan keras tanpa henti terhadap setiap gerakan militansi. Tindakan itu dimulai sejak penggulingan Ikhwanul Muslimin, organisasi yang sekarang dilarang di negara itu.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Turki, Giliran...
Setelah Turki, Giliran Mesir Tolak Masuk Kapal Pesiar Pembawa 2.000 Penumpang LGBTQ
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
CFIRST Sayangkan Langkah...
CFIRST Sayangkan Langkah JPU Ajukan Banding dalam Kasus Dedi Saputra
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Harga Minyak Dunia Mendidih...
Harga Minyak Dunia Mendidih usai Trump Ancam Bombardir Infrastruktur Iran
Rekomendasi
Lewat Buku, Saddam Permana...
Lewat Buku, Saddam Permana Bongkar Kisah Masa Lalunya
Penyelundupan 3 Ton...
Penyelundupan 3 Ton Sisik Trenggiling ke Kamboja Terbongkar, Kemenhut Buru Jaringan Internasional
Plt Bupati Bekasi Bakal...
Plt Bupati Bekasi Bakal Evaluasi Kinerja Dirum Perumda Tirta Bhagasasi
Berita Terkini
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved