Tiga Tahun Berpisah, Keluarga Muslim Uighur Bersatu Kembali di Australia
Sabtu, 12 Desember 2020 - 02:29 WIB
loading...
A
A
A
Abdusalamu, yang telah tinggal di Australia selama satu dekade, pergi ke China pada tahun 2016 untuk menikahi pacarnya Wumaier.
Dia kemudian kembali ke Australia untuk bekerja pada 2017, sementara Wumaier menunggunya di China untuk mendapatkan visa. Ia kemudian melahirkan putranya di akhir tahun yang sama, tetapi visa kunjungan Abdusalamu ditolak oleh pemerintah China.(Baca juga: Daftar Tahanan Bocor, Ungkap Cara Pemerintah China Tangkap Muslim Uighur )
Tak lama setelah dia melahirkan, keluarganya mengatakan bahwa Wumaier ditahan oleh otoritas China selama dua minggu. Dia kemudian dibebaskan, tetapi paspornya disita dan tidak diizinkan meninggalkan rumahnya.
Dalam dua tahun terakhir, Australia telah mengeluarkan permintaan resmi ke China untuk mengizinkan mereka pergi. Meskipun Wumaier bukan warga negara Australia, putranya secara resmi diakui sebagai salah satu warga negara setelah Abdusalamu mengajukan banding.
Pihak berwenang China telah mengatakan pada bulan Februari lalu bahwa pernikahan pasangan itu tidak diakui berdasarkan hukum negara itu dan Wumaier ingin tetap tinggal di China.
Namun, beberapa jam setelah klaim tersebut dibuat oleh seorang pejabat China di program TV Australia, Abdusalamu memposting foto istri dan anaknya di Twitter dengan pesan bertuliskan: "Saya ingin pergi dan bersama suami saya".(Baca juga: Pertama Kalinya, Paus Francis Sebut Muslim Uighur Teraniaya )
Dia kemudian kembali ke Australia untuk bekerja pada 2017, sementara Wumaier menunggunya di China untuk mendapatkan visa. Ia kemudian melahirkan putranya di akhir tahun yang sama, tetapi visa kunjungan Abdusalamu ditolak oleh pemerintah China.(Baca juga: Daftar Tahanan Bocor, Ungkap Cara Pemerintah China Tangkap Muslim Uighur )
Tak lama setelah dia melahirkan, keluarganya mengatakan bahwa Wumaier ditahan oleh otoritas China selama dua minggu. Dia kemudian dibebaskan, tetapi paspornya disita dan tidak diizinkan meninggalkan rumahnya.
Dalam dua tahun terakhir, Australia telah mengeluarkan permintaan resmi ke China untuk mengizinkan mereka pergi. Meskipun Wumaier bukan warga negara Australia, putranya secara resmi diakui sebagai salah satu warga negara setelah Abdusalamu mengajukan banding.
Pihak berwenang China telah mengatakan pada bulan Februari lalu bahwa pernikahan pasangan itu tidak diakui berdasarkan hukum negara itu dan Wumaier ingin tetap tinggal di China.
Namun, beberapa jam setelah klaim tersebut dibuat oleh seorang pejabat China di program TV Australia, Abdusalamu memposting foto istri dan anaknya di Twitter dengan pesan bertuliskan: "Saya ingin pergi dan bersama suami saya".(Baca juga: Pertama Kalinya, Paus Francis Sebut Muslim Uighur Teraniaya )
Lihat Juga :