Kasus Corona Menurun, Australia Buka Kembali Aktivitas Belajar Mengajar

Rabu, 13 Mei 2020 - 08:25 WIB
loading...
A A A
Negara bagian New South Wales juga sudah membuka sekolah awal pekan ini, tapi belum sepenuhnya normal. Siswa hanya diperbolehkan masuk kelas sepekan sekali dengan persyaratan dan peraturan yang ketat.

Sampai saat ini jumlah pasien Covid-19 di Australia mencapai 7.000, 97 di antaranya tewas. New South Wales dan Victoria merupakan dua negara bagian yang terdampak paling buruk di antara negara bagian lainnya di Australia.

Treasurer Josh Frydenberg berencana mencabut kebijakan lockown untuk memulihkan kondisi ekonomi yang diperkirakan akan mencapai AUD9 miliar per bulan. Dia berharap sekembalinya warga Australia bekerja, ekonomi akan kembali meningkat.

Pemerintah Australia memperkirakan sekitar 850.000 orang akan kembali bekerja setelah lockdown dicabut.

Sama seperti Australia, Swiss juga membuka kembali sekolah. Ribuan anak-anak bahkan sudah masuk kelas awal pekan ini. Seperti dilansir Reuters, mereka tampak ceria karena dapat bertemu kembali dengan teman-temannya.

Tapi, mereka harus beradaptasi dengan peraturan baru. Siswa Geneva La Tour School, misalnya, yang mewajibkan anak-anak melakukan pembatasan sosial. Setiap kelas juga hanya diisi separuhnya dengan letak bangku berjarak minimal 2 meter.

"Saya ingin cepat-cepat masuk sekolah lagi karena menyenangkan. Saya juga menyukai guru-guru di sini," kata Heloise, siswa Geneva La Tour School. "Saya juga bosan tinggal di rumah dan memilih pergi ke sekolah," ucap temannya, Yunyi. (Baca juga: Kasus Baru Bermunculan, Seluruh Penduduk Wuhan Akan Jalani Tes Corona)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Penumpang Indonesia...
Penumpang Indonesia ke Australia Kini Bisa Nikmati Kelas Economy Plus di Qantas
Studi Ungkap Gurita...
Studi Ungkap Gurita Politik China dalam Jaringan Kriminal di Asia Tenggara
Iran Berduka! Trump...
Iran Berduka! Trump Hentikan Negosiasi Seminggu, Beri Waktu Pemakaman Khamenei
Rekomendasi
Modernland Realty Hadirkan...
Modernland Realty Hadirkan Neo Pasadena, Hunian Eksklusif Mulai Rp1,2 Miliar
Menteri LH Jumhur Hidayat...
Menteri LH Jumhur Hidayat Berharap Ada Moratorium Penebangan Hutan
Asal Usul Bacaan Basmalah,...
Asal Usul Bacaan Basmalah, Ternyata Pertama Kali Ditulis oleh Nabi Sulaiman AS
Berita Terkini
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
5 Alasan Pemakaman Ayatollah...
5 Alasan Pemakaman Ayatollah Khamenei Ditunda 4 Bulan, Memperkuat Persatuan dan Revolusioner Iran
Lebih dari 5.000 Sekolah...
Lebih dari 5.000 Sekolah Buka Pintu bagi Para Peziarah Pemakaman Khamenei
Serangan Balasan Rusia...
Serangan Balasan Rusia ke Ukraina Sangat Mematikan, Ini 4 Alasannya
Militer Israel Akhiri...
Militer Israel Akhiri Misi Brigade Givati di Lebanon Selatan setelah 8 Bulan
Infografis
Waspada, Kasus Demam...
Waspada, Kasus Demam Berdarah di Indonesia Kembali Meningkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved