Macron Minta Dukungan untuk UU Pemberangus Islamisme Radikal
Kamis, 10 Desember 2020 - 00:00 WIB
loading...
A
A
A
Tapi pertahanan kukuh pemerintah atas dasar-dasar negara Prancis sejak Revolusi Prancis telah menyebabkan kegelisahan bahkan di antara sekutu, di mana utusan AS untuk kebebasan beragama internasional mengatakan dia prihatin dengan undang-undang tersebut. (Baca juga: Bendera Israel dan Spanduk "Terima Kasih Mossad" Berkibar di Teheran )
“Mungkin ada keterlibatan konstruktif yang menurut saya bisa membantu dan tidak berbahaya,” kata diplomat AS tersebut, Sam Brownback, kepada wartawan.
“Ketika Anda menjadi berat, situasinya bisa menjadi lebih buruk,” katanya.
Draft itu awalnya berjudul RUU "anti-separatisme", menggunakan istilah yang digunakan Macron untuk menggambarkan Muslim ultra-konservatif yang menarik diri dari masyarakat arus utama.
Menyusul kritik terhadap istilah itu, sekarang dinamakan "RUU untuk memperkuat nilai-nilai republik", kebanyakan sekularisme dan kebebasan berekspresi.
Undang-undang tersebut sedang dipersiapkan sebelum pembunuhan Samuel Paty pada bulan Oktober lalu di pinggiran Paris. Paty adalah seorang guru yang diserang di jalan dan dipenggal kepalanya oleh pengungsi remaja asal Chechnya setelah memperlihatkan kartun Nabi Muhammad di sebuah kelas untuk pelajaran kebebasan berbicara dan berekspresi.
“Mungkin ada keterlibatan konstruktif yang menurut saya bisa membantu dan tidak berbahaya,” kata diplomat AS tersebut, Sam Brownback, kepada wartawan.
“Ketika Anda menjadi berat, situasinya bisa menjadi lebih buruk,” katanya.
Draft itu awalnya berjudul RUU "anti-separatisme", menggunakan istilah yang digunakan Macron untuk menggambarkan Muslim ultra-konservatif yang menarik diri dari masyarakat arus utama.
Menyusul kritik terhadap istilah itu, sekarang dinamakan "RUU untuk memperkuat nilai-nilai republik", kebanyakan sekularisme dan kebebasan berekspresi.
Undang-undang tersebut sedang dipersiapkan sebelum pembunuhan Samuel Paty pada bulan Oktober lalu di pinggiran Paris. Paty adalah seorang guru yang diserang di jalan dan dipenggal kepalanya oleh pengungsi remaja asal Chechnya setelah memperlihatkan kartun Nabi Muhammad di sebuah kelas untuk pelajaran kebebasan berbicara dan berekspresi.
Lihat Juga :