RI Dorong Kemitraan Global Dukung Misi Pemelihara Perdamaian PBB
Selasa, 08 Desember 2020 - 21:13 WIB
loading...
Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi mendorong dunia internasional untuk mendukung pasukan penjaga perdamaian PBB, khususnya di masa pandemi. Foto/Kemlu RI
A
A
A
JAKARTA - Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi mendorong dunia internasional untuk mendukung pasukan penjaga perdamaian PBB, khususnya di masa pandemi. Hal itu diungkapkan Retno dalam pertemuan virtual Challenges Annual Forum (CAF).
CAF adalah forum dialog antar berbagai pembuat keputusan, praktisi dan akademisi terkait isu kunci dan perkembangan terkait Misi Pemelihara Perdamaian PBB. ( Baca juga: PBB Desak Lebanon Pastikan Keamanan Pasukan Penjaga Perdamaian )
“Pandemi Covid-19 menjadikan tugas pasukan pemelihara perdamaian PBB semakin kompleks. Pasukan perdamaian PBB saat ini juga diminta berkontribusi dalam penanganan pandemi,” ucap Retno, seperti dikutip Sindonews dari siaran pers Kementerian Luar Negeri pada Selasa (8/12/2020).
Retno dalam pertemuan yang digelar oleh Kemlu RI dengan beberapa think-tank antara lain Challenges Forum (CF) Swedia, Institute for Security Studies (ISS) Afrika Selatan dan Norwegian Institute for International Affairs (NUPI).u menekankan pentingnya memastikan agar Misi Pemelihara Perdamaian (MPP) PBB responsif terhadap tantangan di lapangan yang selalu berubah.
Dia mengatakan, setidaknya ada tiga hal penting yang harus dilakukan. Pertama, memastikan kembali dukungan seluruh pihak terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB.
CAF adalah forum dialog antar berbagai pembuat keputusan, praktisi dan akademisi terkait isu kunci dan perkembangan terkait Misi Pemelihara Perdamaian PBB. ( Baca juga: PBB Desak Lebanon Pastikan Keamanan Pasukan Penjaga Perdamaian )
“Pandemi Covid-19 menjadikan tugas pasukan pemelihara perdamaian PBB semakin kompleks. Pasukan perdamaian PBB saat ini juga diminta berkontribusi dalam penanganan pandemi,” ucap Retno, seperti dikutip Sindonews dari siaran pers Kementerian Luar Negeri pada Selasa (8/12/2020).
Retno dalam pertemuan yang digelar oleh Kemlu RI dengan beberapa think-tank antara lain Challenges Forum (CF) Swedia, Institute for Security Studies (ISS) Afrika Selatan dan Norwegian Institute for International Affairs (NUPI).u menekankan pentingnya memastikan agar Misi Pemelihara Perdamaian (MPP) PBB responsif terhadap tantangan di lapangan yang selalu berubah.
Dia mengatakan, setidaknya ada tiga hal penting yang harus dilakukan. Pertama, memastikan kembali dukungan seluruh pihak terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB.
Lihat Juga :