Tsai: Taiwan Hadapi Ancaman Militer Tiap Hari dari Kekuatan Otoriter

Selasa, 08 Desember 2020 - 10:51 WIB
loading...
Tsai: Taiwan Hadapi...
Presiden Taiwan Tsai Ing-wen. Foto/REUTERS
A A A
TAIPEI - Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menyatakan Taiwan menghadapi ancaman militer setiap hari dari kekuatan otoriter.

Pernyataan itu muncul saat Amerika Serikat (AS) mengumumkan paket penjualan senjata baru senilai USD280 juta pada Taiwan. Ini menjadi paket penjualan senjata keenam tahun ini.

Pemerintahan Trump yang segera berakhir telah meningkatkan dukungan untuk Taiwan, dengan total 11 paket penjualan senjata.

Pada Senin, pemerintah AS memberi tahu Kongres tentang penjualan Sistem Komunikasi Informasi Lapangan yang baru. (Baca Juga: Marah Karena Kalah, Trump Menyebut AS 'Negara Dunia Ketiga')

Penjualan semacam itu telah membuat gusar China, menambah ketegangan yang ada antara Beijing dan Washington. (Lihat Infografis: WhatsApp Akan Paksa Pengguna Setujui Aturan Privasi Baru)

China menerapkan sanksi pada perusahaan-perusahaan AS yang terlibat dalam penjualan senjata itu. Beijing juga meningkatkan aktivitas militernya di dekat Taiwan, termasuk misi angkatan udara reguler. (Lihat Video: Banjir Rendam Sejumlah Kawasan di Jakarta)

Berbicara di forum keamanan di Taipei, Presiden Tsai menyebutkan ancaman di wilayah tersebut, termasuk Laut China Selatan yang semakin termiliterisasi.



China mengklaim sebagian besar wilayah Laut China Selatan. Beijing telah membangun pulau-pulau buatan dengan fasilitas angkatan udara dan angkatan laut.

"Pasukan otoriter secara konsisten berusaha melanggar tatanan berbasis norma yang ada," ujar Tsai.

Dia menambahkan, "Taiwan telah menerima ancaman militer seperti itu setiap hari."

Pemerintah Taiwan meyakinkan rakyatnya bahwa pemerintahan baru Presiden AS terpilih Joe Biden, dari Partai Demokrat, tidak akan mengurangi dukungan AS untuk pulau yang diklaim China itu.

Berbicara di forum yang sama, Kurt Campbell, mantan pejabat AS yang menjadi penasehat Biden, mengatakan ada dukungan bipartisan yang kuat untuk Taiwan.

“Ada sekelompok besar orang di seluruh lorong politik yang memahami signifikansi strategis yang mendalam dan kepentingan strategis kami dalam menjaga hubungan yang kuat dengan Taiwan,” ujar Campbell, diplomat tertinggi AS untuk Asia Timur di era mantan Presiden AS Barack Obama.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Iran Tembakkan 7 Rudal...
Iran Tembakkan 7 Rudal Balistik ke Kuwait, Balas Serangan AS di Pulau Qeshm dan Goruk
Diserang AS Lagi, Iran...
Diserang AS Lagi, Iran Tutup Selat Hormuz Tembak 2 Kapal Tanker
Rekomendasi
Cegah Korupsi, Mendagri...
Cegah Korupsi, Mendagri Usul Kepala Daerah Dapat Persenan dari PAD
FIFA Perketat Aturan,...
FIFA Perketat Aturan, Drama Mengulur Dihabisi
Hong Kong Bongkar Sindikat...
Hong Kong Bongkar Sindikat Merchandise Piala Dunia Palsu Senilai Rp359 Miliar
Berita Terkini
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Infografis
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Iran vs Israel, Siapa Lebih Unggul?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved