Jadi Alat Propaganda, AS Akhiri Pertukaran Budaya dengan China

Sabtu, 05 Desember 2020 - 16:39 WIB
loading...
A A A
Program tersebut beroperasi di bawah ketetapan Mutual Educational and Cultural Exchange Act (MECEA) atau Undang-Undang Pendidikan dan Pertukaran Budaya Bersama yang memungkinkan pekerja federal mendanai perjalanan mereka dengan uang dari pemerintah asing.

Dikutip dari Reuters, undang-undang tersebut ditandatangani pada tahun 1961 oleh Presiden John F. Kennedy dan bertujuan untuk meningkatkan pertukaran akademik dan budaya dengan negara-negara asing.

Sementara Pompeo memilih lima program sebagai operasi "propaganda" terselubung oleh pemerintah China, dia mengatakan bahwa program lain di bawah naungan MECEA akan tetap utuh karena mereka saling menguntungkan.

"Sementara program lain yang didanai di bawah naungan MECEA saling menguntungkan, lima program tersebut sepenuhnya didanai dan dioperasikan oleh pemerintah (China) sebagai alat propaganda soft power," kata pernyataan itu.

Sebelumnya, AS telah melakukan pembatasan visa terhadap lebih dari 90 juta warga China yang menjadi anggota Partai Komunis China (PKC). Pembatasan segera berlaku dan dimaksudkan untuk membatasi visa perjalanan AS yang diperoleh oleh anggota PKC, bersama dengan anggota keluarga dekat mereka, menjadi satu bulan.(Baca juga: AS Perketat Aturan Visa untuk Anggota Partai Komunis China 'Jahat' )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Ngeri! Macan Tutul Masuk...
Ngeri! Macan Tutul Masuk Toko Miras, Serang Pegawai lalu Acak-Acak Minuman
Rekomendasi
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
Gagas GEBRAK, Perindo...
Gagas GEBRAK, Perindo Badung Cetak Lebih Banyak Pencipta Lapangan Kerja di Bali
Thomas Muller Buka Lagi...
Thomas Muller Buka Lagi Momen Kontroversial Bersama Messi, Sindir Keputusan Wasit
Berita Terkini
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved