Jatuh Cinta dengan Ibu Tiri, Gadis 13 Tahun Bunuh Ayah Kandungnya

Sabtu, 05 Desember 2020 - 13:57 WIB
loading...
Jatuh Cinta dengan Ibu Tiri, Gadis 13 Tahun Bunuh Ayah Kandungnya
Gadis 13 tahun (kanan) di Brazil jatuh cinta dengan Ibu tirinya (kiri) yang sesama perempuan. Foto/FocusOnNews
A A A
BRASILIA - Seorang anak gadis berusia 13 tahun di Brazil menikam Ayah kandungnya hingga tewas. Menurut polisi, gadis itu jatuh cinta dengan Ibu tirinya yang berusia 20 tahun dan ingin menjalin hubungan dengannya.

Gadis remaja itu menikam Alex Ferreira, 33, di bagian dada dengan pisau pada Minggu malam lalu setelah korban mengetahui sejauh mana pelaku menyukai istrinya.

Petugas polisi mengatakan sebelum melakukan kejahatan, pelaku yang masih berstatus pelajar dan tinggal bersama neneknya tersebut diduga meminum beberapa kaleng bir untuk "membangun keberanian" melakukan pembunuhan. (Baca: China Nyalakan 'Matahari Buatan', 10 Kali Lebih Panas dari Matahari Asli )

Pasangan ayah dan putri kandungnya tersebut berdebat pada malam sebelum serangan mematikan itu setelah korban menemukan pesan teks dan surat yang ditulis oleh pelaku untuk Ibu tirinya.

Surat itu menyatakan cinta platonis untuk sang Ibu tiri dan memintanya untuk berpisah dari ayahnya agar mereka bisa hidup bersama.

Polisi merilis foto Alex dan mengatakan dia dilaporkan telah memarahi putrinya, menasihati bahwa "gairah"-nya salah arah.



Kerabatnya mengklaim bahwa gadis remaja itu menjadi marah setelah dimarahi dan menyimpan dendam terhadap ayahnya.

Setelah diduga meminum alkohol, dia berjalan ke rumah ayahnya, satu blok jauhnya dari tempat tinggalnya di Jataí, negara bagian Goáis, Brazil. Dia lantas menggedor pintu untuk membangunkan Ayah dan Ibu tirinya. (Baca juga: Indonesia Gerak Cepat Ingin Borong 48 Jet Tempur Rafale Prancis )

Juru bicara polisi, Antonisio Nunes, mengatakan kepada stasiun televisi Balanço Geral, bahwa Ibu tiri itu membuka pintu.
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2077 seconds (10.55#12.26)