JCPOA Tidak Cukup, Jerman Ingin Kesepakatan Nuklir 'Plus' dengan Iran
Jum'at, 04 Desember 2020 - 20:19 WIB
loading...
A
A
A
Kesepakatan tersebut, yang dijuluki Rencana Aksi Komprehensif Bersama, ditandatangani pada 2015 oleh Iran, China, Prancis, Jerman, Rusia, Inggris, Amerika Serikat (AS), dan Uni Eropa.
Namun, Presiden Trump menarik AS dari kesepakatan itu pada 2018 dibarengi dengan penjatuhan sejumlah sanksi.
Setahun kemudian Iran mulai secara bertahap melonggarkan komitmennya di bawah JCPOA dan saat ini memperkaya uranium pada tingkat di atas yang disepakati dalam kesepakatan itu.
Baru-baru ini, Teheran mengeluarkan undang-undang yang memungkinkan Iran untuk memproduksi setidaknya 120 kilogram uranium yang diperkaya 20 persen setiap tahun, dengan uranium tingkat senjata ditingkatkan ke tingkat pengayaan lebih dari 20 persen. (Baca juga: Parlemen Iran Sahkan UU Pengayaan Uranium Dekati Level Senjata Nuklir )
Namun, Presiden Trump menarik AS dari kesepakatan itu pada 2018 dibarengi dengan penjatuhan sejumlah sanksi.
Setahun kemudian Iran mulai secara bertahap melonggarkan komitmennya di bawah JCPOA dan saat ini memperkaya uranium pada tingkat di atas yang disepakati dalam kesepakatan itu.
Baru-baru ini, Teheran mengeluarkan undang-undang yang memungkinkan Iran untuk memproduksi setidaknya 120 kilogram uranium yang diperkaya 20 persen setiap tahun, dengan uranium tingkat senjata ditingkatkan ke tingkat pengayaan lebih dari 20 persen. (Baca juga: Parlemen Iran Sahkan UU Pengayaan Uranium Dekati Level Senjata Nuklir )
(ber)
Lihat Juga :