Parlemen Iran Sahkan UU Pengayaan Uranium Dekati Level Senjata Nuklir
Kamis, 03 Desember 2020 - 03:38 WIB
loading...
Parlemen Iran sahkan undang-undang pengayaan uranium yang mendekati level senjata nuklir. Foto/Al Arabiya
A
A
A
TEHERAN - Badan pengawas Iran menyetujui undang-undang yang meningkatkan pengayaan uranium di luar batas yang ditetapkan perjanjian nuklir 2015 jika sanksi tidak dikurangi dalam sebulan. Undang-undang tersebut juga mewajibkan pemerintah Iran untuk menghentikan inspeksi PBB atas situs nuklirnya.
Sebagai pembalasan atas pembunuhan ilmuwan nuklir top Iran pekan lalu, yang dituduhkan Teheran kepada Israel, parlemen Iran yang didominasi garis keras pada Selasa menyetujui rancangan undang-undang (RUU) yang mayoritas isinya akan memperkuat sikap nuklir Iran.(Baca juga: Parlemen Iran Dukung Pengayaan Uranium Dekati Level Senjata Nuklir )
Dewan Wali bertugas memastikan RUU tidak bertentangan dengan hukum Syiah Islam atau konstitusi Iran. Namun, sikap Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, yang memegang kendali atas semua masalah negara, tidak diketahui terkait hal ini.
Di bawah undang-undang baru, Teheran memberikan waktu satu bulan kepada pihak-pihak Eropa yang ikut dalam kesepakatan itu untuk meringankan sanksi atas sektor minyak dan keuangan Iran seperti dikutip dari Al Arabiya, Kamis (3/12/2020).
Sebagai pembalasan atas pembunuhan ilmuwan nuklir top Iran pekan lalu, yang dituduhkan Teheran kepada Israel, parlemen Iran yang didominasi garis keras pada Selasa menyetujui rancangan undang-undang (RUU) yang mayoritas isinya akan memperkuat sikap nuklir Iran.(Baca juga: Parlemen Iran Dukung Pengayaan Uranium Dekati Level Senjata Nuklir )
Dewan Wali bertugas memastikan RUU tidak bertentangan dengan hukum Syiah Islam atau konstitusi Iran. Namun, sikap Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, yang memegang kendali atas semua masalah negara, tidak diketahui terkait hal ini.
Di bawah undang-undang baru, Teheran memberikan waktu satu bulan kepada pihak-pihak Eropa yang ikut dalam kesepakatan itu untuk meringankan sanksi atas sektor minyak dan keuangan Iran seperti dikutip dari Al Arabiya, Kamis (3/12/2020).
Lihat Juga :