Biden Minta Trump Hadiri Pelantikan: Ini Penting!
Jum'at, 04 Desember 2020 - 17:09 WIB
loading...
Joe Biden meminta Donald Trump untuk menghadiri pelantikannya. Foto/AP
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Joe Biden berharap Donald Trump akan menghadiri pelantikannya bulan depan untuk menunjukkan bahwa transfer kekuasaan berlangsung secara damai. Ia menambahkan bahwa kehadiran Trump tidak akan menjadi konsekuensi pribadi untuk dirinya.
Berbicara dengan Jake Tapper dari CNN bersama wakil presiden terpilih Kamala Harris dalam wawancara bersama pertama mereka sejak pemilihan presiden (pilpres), Biden ditanya apakah dia ingin Trump menghadiri acara pelantikannya pada 20 Januari mendatang.
Biden mengatakan kehadiran presiden yang akan lengser akan menjadi penting hanya dalam satu arti.
“Tidak dalam arti pribadi, penting dalam arti bahwa kita dapat menunjukkan di akhir kekacauan ini - yang dia ciptakan - bahwa ada transfer kekuasaan secara damai dengan pihak-pihak yang bersaing berdiri di sana, berjabat tangan, dan terus maju," terang Biden.
"Ini sepenuhnya keputusannya dan bukan konsekuensi pribadi bagi saya," tambahnya. "Tetapi saya pikir itu untuk negara," tegasnya seperti dikutip dari Independent, Jumat (4/12/2020).
Biden akan dilantik sebagai presiden pada 20 Januari tahun depan, dan telah mengumumkan beberapa anggota tim kabinetnya bahkan ketika Trump terus menolak untuk menyerah. (Baca juga: Kembali ke Perjanjian Nuklir Iran, Biden Siapkan Tuntutan Baru )
Berbicara dengan Jake Tapper dari CNN bersama wakil presiden terpilih Kamala Harris dalam wawancara bersama pertama mereka sejak pemilihan presiden (pilpres), Biden ditanya apakah dia ingin Trump menghadiri acara pelantikannya pada 20 Januari mendatang.
Biden mengatakan kehadiran presiden yang akan lengser akan menjadi penting hanya dalam satu arti.
“Tidak dalam arti pribadi, penting dalam arti bahwa kita dapat menunjukkan di akhir kekacauan ini - yang dia ciptakan - bahwa ada transfer kekuasaan secara damai dengan pihak-pihak yang bersaing berdiri di sana, berjabat tangan, dan terus maju," terang Biden.
"Ini sepenuhnya keputusannya dan bukan konsekuensi pribadi bagi saya," tambahnya. "Tetapi saya pikir itu untuk negara," tegasnya seperti dikutip dari Independent, Jumat (4/12/2020).
Biden akan dilantik sebagai presiden pada 20 Januari tahun depan, dan telah mengumumkan beberapa anggota tim kabinetnya bahkan ketika Trump terus menolak untuk menyerah. (Baca juga: Kembali ke Perjanjian Nuklir Iran, Biden Siapkan Tuntutan Baru )
Lihat Juga :