Merasa Diintimidasi Rusia, NATO Akan Kirim Kapal Perang ke Laut Hitam
Kamis, 03 Desember 2020 - 02:36 WIB
loading...
A
A
A
Laporan tersebut muncul hanya dua hari setelah Sekjen NATO, Jens Stoltenberg, mengatakan pada konferensi pers bahwa anggotanya perlu lebih memperkuat kehadiran mereka di perbatasan Rusia di semenanjung Krimea dan Laut Hitam. Ia juga berbicara tentang perlunya meningkatkan kehadiran angkatan laut mereka di wilayah tersebut.
"Kami melihat Rusia melanggar dan merusak perjanjian," kata Stoltenberg dalam pidatonya kepada para pemimpin negara anggota NATO pada hari Selasa lalu.(Baca juga: Kekuatan Militer China Bikin Sekjen NATO Ketar Ketir )
Moskow, bagaimanapun, telah menyatakan keprihatinan serupa setelah Amerika Serikat (AS) secara sepihak membatalkan sejumlah perjanjian internasional, termasuk pakta Open Skies era Perang Dingin yang memungkinkan transparansi atas pergerakan pasukan dan perangkat keras militer di benua itu.
Tahun lalu, Gedung Putih Presiden Donald Trump juga merobek Perjanjian Nuklir Jangka Menengah era Reagan yang telah melarang sejumlah senjata yang sangat merusak dengan jarak antara 500 km dan 5.500 km. Saat itu, Washington juga menuduh Rusia melanggar ketentuan pakta, sedangkan Moskow membantah keras tuduhan tersebut.
Sebagai bagian dari meningkatnya ketegangan, pekan lalu AS melakukan serangkaian uji peluncuran roket selama latihan NATO di Rumania, menembakkan rudal jarak jauh dengan kemampuan menghantam wilayah Rusia ke Laut Hitam. (Baca juga: NATO Serukan Dunia Singkirkan Bom Nuklir, tapi Tidak untuk Anggotanya )
"Kami melihat Rusia melanggar dan merusak perjanjian," kata Stoltenberg dalam pidatonya kepada para pemimpin negara anggota NATO pada hari Selasa lalu.(Baca juga: Kekuatan Militer China Bikin Sekjen NATO Ketar Ketir )
Moskow, bagaimanapun, telah menyatakan keprihatinan serupa setelah Amerika Serikat (AS) secara sepihak membatalkan sejumlah perjanjian internasional, termasuk pakta Open Skies era Perang Dingin yang memungkinkan transparansi atas pergerakan pasukan dan perangkat keras militer di benua itu.
Tahun lalu, Gedung Putih Presiden Donald Trump juga merobek Perjanjian Nuklir Jangka Menengah era Reagan yang telah melarang sejumlah senjata yang sangat merusak dengan jarak antara 500 km dan 5.500 km. Saat itu, Washington juga menuduh Rusia melanggar ketentuan pakta, sedangkan Moskow membantah keras tuduhan tersebut.
Sebagai bagian dari meningkatnya ketegangan, pekan lalu AS melakukan serangkaian uji peluncuran roket selama latihan NATO di Rumania, menembakkan rudal jarak jauh dengan kemampuan menghantam wilayah Rusia ke Laut Hitam. (Baca juga: NATO Serukan Dunia Singkirkan Bom Nuklir, tapi Tidak untuk Anggotanya )
Lihat Juga :