CDC: Covid-19 Muncul Terlebih Dahulu di AS Sebelum China

Kamis, 03 Desember 2020 - 01:48 WIB
loading...
A A A
Analisis data rumah sakit dari seluruh AS pada akhir 2019 juga menunjukkan lonjakan jumlah pasien flu, banyak di antaranya mengalami "batuk berat" dan gejala pernapasan parah lainnya.

Peneliti Eropa juga berspekulasi bahwa virus Corona telah ada di negara mereka sebelum China secara resmi mengumumkan wabah jenis baru tersebut. Sebuah survei di Prancis menemukan adanya antibodi Covid-19 dalam sampel darah yang diambil pada awal Desember 2019. Studi serupa yang dilakukan oleh rekan-rekan mereka di Italia mengungkapkan bahwa sampel di Italia sudah menunjukkan antibodi pada September.(Baca juga: Perempuan Singapura Lahirkan Bayi dengan Antibodi Covid-19 )

Sementara itu, ahli virologi Spanyol menemukan jejak virus Corona dalam sampel air limbah yang dikumpulkan pada Maret 2019 - sembilan bulan sebelum kejadian di Wuhan.

Asal pasti virus Corona saat ini tidak diketahui, tetapi AS telah melakukan upaya aktif untuk menyalahkan China sejak dimulainya pandemi. Presiden Donald Trump sering menyebut penyakit itu - yang sejauh ini telah menginfeksi lebih dari 13,8 juta orang, dan menewaskan lebih dari 271 ribu di Amerika - sebagai "virus China", yang memprovokasi protes keras dari Beijing.(Baca juga: Wabah Virus Corona di Amerika Serikat Melebihi 13 Juta Kasus )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Houthi Umumkan Blokade...
Houthi Umumkan Blokade Laut Terhadap Arab Saudi
Perang Makin Sengit,...
Perang Makin Sengit, Iran Siapkan Kemungkinan Perang Darat Lawan AS
Rekomendasi
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved