Gagal Bayar Utang Akibat Covid-19, Maskapai Tertua Kedua di Dunia Bangkrut

Selasa, 12 Mei 2020 - 12:03 WIB
loading...
A A A
Sebelumnya, miliarder Inggris Richard Branson tidak putus asa untuk menyelamatkan Virgin Atlantic dan Virgin Australia yang terancam bangkrut karena pandemi korona. Di Australia, perusahaan Virgin Australia menyatakan tak sanggup lagi membayar berbagai kewajiban pada tanggal 21 April lalu, yang berarti menjadi maskapai besar pertama yang lumpuh di Asia-Oceania karena wabah korona. "Ini bukanlah akhir dari Virgin Australia, tetapi sebuah permulaan baru. Kami akan bekerja siang malam untuk mewujudkannya,” kata Branson.

Di Inggris, Virgin Atlantic, memiliki kondisi keuangan yang lebih sehat. Meskipun perusahaan belum menyatakan diri bangkrut, keadaan keuangannya tidaklah sehat, sama seperti sebagian besar perusahaan lainnya di industri penerbangan. Branson meminta bantuan pemerintah Inggris, tetapi banyak pihak mengecam permintaan tersebut.

Banyak kritikus pengkritik mengatakan Branson tidak menyelamatkan perusahaaan dengan menggunakan hartanya sendiri, yang diperkirakan majalah Forbes lebih dari US$4 miliar (Rp61 triliun).Virgin Atlantic, maskapai penerbangan yang ia dirikan pada tahun 1984 mengumumkan awal pekan ini, lebih dari 3.000 orang terpaksa diberhentikan. :Banyak maskapai dunia memerlukan dukungan dunia, dan banyak dari mereka mendapatkannya,” demikian isi surat Branson kepada pegawainya.

Menjawab kritikan, Branson mengatakan hartanya diinvestasikan dan dia tidak memiliki dana segar, "yang ada di akun bank dan siap untuk ditarik." Branson juga menjawab kritik bahwa dirinya tinggal di tempat berpajak rendah dan tidak berhak mendapatkan bantuan karena tidak tinggal di Inggris dan tidak membayar pajak selama 14 tahun. “Joan dan saya meninggalkan Inggris bukan karena pajak, tetapi karena kami mencintai Kepulauan Virgin Britania Raya (di Karibia) British Virgin Islands dan terutama Pulau Necker, yang saya beli saat berumur 29 tahun," katanya. (Baca: Viral Seorang Wanita Melakukan Masturbasi di Toko IKEA China)

Sebelumnya, pendapatan maskapai penerbangan dunia diperkirakan akan anjlok sebesar USD314 miliar pada 2020. Hal itu disebabkan lockdown dan larangan bepergian setelah mewabahnya virus corona (Covid-19) di seluruh dunia sejak awal tahun ini.

Asosiasi Transportasi Udara Internasional (ATUI) mengatakan, pasar penerbangan kian memburuk. Sebagian maskapai bahkan terancam bangkrut jika wabah Covid-19 terus berlangsung sampai beberapa bulan ke depan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eks Bos CDC Klaim Peran...
Eks Bos CDC Klaim Peran Penting AS dalam Memulai Pandemi Covid
Keputusan China Akhiri...
Keputusan China Akhiri 'Nol Covid-19' Diduga Picu 1,9 Juta Ekses Kematian
Jejak Panjang Pandemi...
Jejak Panjang Pandemi Covid-19: dari Muncul di Wuhan hingga Dinyatakan Berakhir
WHO: Covid-19 Sudah...
WHO: Covid-19 Sudah Berakhir
Bukan Kebocoran Lab,...
Bukan Kebocoran Lab, Data Baru Kaitkan Virus Covid-19 Berasal dari Binatang Ini
Waduh! 80% Populasi...
Waduh! 80% Populasi China Telah Terinfeksi Covid-19
Satu Lagi Varian Baru...
Satu Lagi Varian Baru Virus Corona Bikin Was-was Ahli Kesehatan
Dibombardir AS, Tentara...
Dibombardir AS, Tentara Iran Tewas di Pelabuhan Jask
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Membunuhnya Sejak Lama: Saya Jadi Target
Rekomendasi
Harga MinyaKita Tembus...
Harga MinyaKita Tembus Rp16.000 per Liter di Atas HET, Apa Sebabnya?
Eks Jampidsus Jadi Tersangka,...
Eks Jampidsus Jadi Tersangka, Said Didu Minta Febrie Adriansyah Ungkap Semua Pihak yang Terlibat
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Berita Terkini
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
10 Danau Terjernih di...
10 Danau Terjernih di Dunia, Nomor 7 dari Indonesia
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Seiring Perang, Ekspor...
Seiring Perang, Ekspor Minyak Iran Tembus 80 Juta Barel dalam Waktu Kurang dari Sebulan
Infografis
Berlian Hampir Setengah...
Berlian Hampir Setengah Kilogram Ditemukan, Terbesar Kedua di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved