AS Kembali Kirim Pesawat Bomber B-52 ke Timur Tengah, Ini Alasannya

loading...
AS Kembali Kirim Pesawat Bomber B-52 ke Timur Tengah, Ini Alasannya
Pesawat bomber B-52 terbang di atas Yordania pada 2016. Foto/REUTERS
WASHINGTON - Beberapa pesawat bomber Amerika Serikat (AS), B-52, tiba di Timur Tengah pada November. Mereka bagian dari Sayap Bom Kelima di Minot AFB, Dakota Utara.

Pesawat-pesawat raksasa itu pernah dikerahkan di Timur Tengah pada Mei 2019 dan Komando Sentral AS menyatakan mereka di sini untuk menangkal agresi dan menjamin mitra dan aliansi AS.

B-52 telah dikirim ke kawasan itu saat AS diperkirakan mengurangi pasukannya di Irak. Pentagon menyatakan ratusan tentara akan meninggalkan Irak dan Afghanistan.

Saat AS berusaha mengakhiri keterlibatannya selama dua puluh tahun di Afghanistan, Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Mike Pompeo bertemu para pejabat Taliban akhir pekan ini, perubahan menarik dari kebijakan AS dari tahun lalu, ketika AS sedang berperang dengan mereka. (Baca Juga: Takut Balasan Iran, Israel Peringatkan Diplomatnya di Penjuru Dunia)



Namun AS mungkin segera mengklaim bekerja dengan kelompok "moderat" Taliban melawan ekstremis Afghanistan, atau mengembalikan Kabul ke Taliban. (Lihat Infografis: Terpeleset, Presiden Terpilih Joe Biden Alami Patah Tulang Kaki)

“Sejumlah pesawat bomber yang telah tiba akan diintegrasikan ke setidaknya empat elemen pertahanan nasional lainnya," ungkap sejumlah laporan. (Lihat Video: Gubernur DKI Anies Baswedan Terkonfirmasi Positif Covid-19)

Ada banyak pertanyaan tentang penempatan mereka, yang muncul di tengah perombakan di Kementerian Pertahanan (Kemhan) AS.



halaman ke-1 dari 3
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top