Kabinet Biden Fokus Atasi Kesenjangan
Selasa, 01 Desember 2020 - 09:15 WIB
loading...
A
A
A
Adeyemo merupakan penasehat senior keamanan nasional Gedung Putih untuk ekonomi internasional, juga tangan kanan mantab Menkeu Jack Lew. Saat ini, dia bekerja sebagai presiden Obama Foundation. Adapun Bernstein pernah menjadi kepala penasehat ekonomi Obama dan membantu AS keluar dari jurang resesi. Dia terkenal dengan kemampuan analisisnya yang detail dan mendalam.
Sekitar 14 juta warga AS yang kini masih menganggur telah menerima bantuan keuangan per bulan dari pemerintah. Namun, bantuan itu akan habis pada 26 Desember mendatang. Sementara itu, jumlah kasus Covid-19 terus meningkat sehingga kapan mereka akan kembali bekerja tidak lasti. Biden diyakini akan mencoba membawa masyarakat AS melalui krisis ini tanpa mengabaikan risiko kesehatan. (Baca juga: Merokok Bisa Berdampak Buruk Bagi Kecantikan)
Penyusunan kabinet ini tidak terlepas dari adanya pengakuan kemenangan dari Trump. Biden kini diperbolehkan mengakses informasi intelijen. Trump mengatakan seluruh stafnya akan bersikap kooperatif dengan Biden. General Services Administration (GSA) juga menyatakan Biden saat ini dapat memulai transisi. “Biden kini dapat mengakses seluruh perangkat yang diperlukan untuk proses transisi,” kata Kepala GSA, Emily Murphy.
Biden terpilih sebagai presiden AS setelah memenangi pemilihan presiden (Pilpres) 2020 pada awal November dengan perolehan electoral vote 306 berbanding 232. Biden juga unggul enam juta suara dalam skala nasional. Namun, Trump menuduh terjadi kecurangan dan melayangkan gugatan hukum.
Proses penghitungan ulang suara kini masih berlangsung di beberapa wilayah AS. Peluang Trump untuk membalikkan kekalahannya masih ada, tapi kecil. Hasil penghitungan ulang suara di sejumlah wilayah juga menunjukkan Biden tidak terkalahkan. Karena itu, Trump mulai memberikan lampu hijau. (Baca juga: Meski Pandemi Milenial Bisa Berinvestasi Sambil Rebahan)
Pentolan Partai Republik, Partai Demokrat, eksekutif bisnis, dan sebagian masyarakat juga turut mendesak Trump untuk mengakui kekalahan dan menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada Biden. Trump juga dikritik mengancam kualitas sistem demokrasi dan kesehatan masyarakat AS.
Biden bersama Wakil Presiden Kamala Harris akan melakukan berbagai kegiatan selama masa transisi, termasuk briefing intelijen dan keamanan nasional. Tapi, Biden mengatakan akan memprioritaskan isu wabah virus korona Covid-19 sebelum memasuki Gedung Putih pada 20 Januari 2021.
Sekitar 14 juta warga AS yang kini masih menganggur telah menerima bantuan keuangan per bulan dari pemerintah. Namun, bantuan itu akan habis pada 26 Desember mendatang. Sementara itu, jumlah kasus Covid-19 terus meningkat sehingga kapan mereka akan kembali bekerja tidak lasti. Biden diyakini akan mencoba membawa masyarakat AS melalui krisis ini tanpa mengabaikan risiko kesehatan. (Baca juga: Merokok Bisa Berdampak Buruk Bagi Kecantikan)
Penyusunan kabinet ini tidak terlepas dari adanya pengakuan kemenangan dari Trump. Biden kini diperbolehkan mengakses informasi intelijen. Trump mengatakan seluruh stafnya akan bersikap kooperatif dengan Biden. General Services Administration (GSA) juga menyatakan Biden saat ini dapat memulai transisi. “Biden kini dapat mengakses seluruh perangkat yang diperlukan untuk proses transisi,” kata Kepala GSA, Emily Murphy.
Biden terpilih sebagai presiden AS setelah memenangi pemilihan presiden (Pilpres) 2020 pada awal November dengan perolehan electoral vote 306 berbanding 232. Biden juga unggul enam juta suara dalam skala nasional. Namun, Trump menuduh terjadi kecurangan dan melayangkan gugatan hukum.
Proses penghitungan ulang suara kini masih berlangsung di beberapa wilayah AS. Peluang Trump untuk membalikkan kekalahannya masih ada, tapi kecil. Hasil penghitungan ulang suara di sejumlah wilayah juga menunjukkan Biden tidak terkalahkan. Karena itu, Trump mulai memberikan lampu hijau. (Baca juga: Meski Pandemi Milenial Bisa Berinvestasi Sambil Rebahan)
Pentolan Partai Republik, Partai Demokrat, eksekutif bisnis, dan sebagian masyarakat juga turut mendesak Trump untuk mengakui kekalahan dan menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada Biden. Trump juga dikritik mengancam kualitas sistem demokrasi dan kesehatan masyarakat AS.
Biden bersama Wakil Presiden Kamala Harris akan melakukan berbagai kegiatan selama masa transisi, termasuk briefing intelijen dan keamanan nasional. Tapi, Biden mengatakan akan memprioritaskan isu wabah virus korona Covid-19 sebelum memasuki Gedung Putih pada 20 Januari 2021.
Lihat Juga :