Kabinet Biden Fokus Atasi Kesenjangan

Selasa, 01 Desember 2020 - 09:15 WIB
loading...
Kabinet Biden Fokus...
Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden. Foto/Reuters
A A A
JAKARTA - Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan menunjuk Neera Tanden, mantan penasehat Presiden Barack Obama, sebagai kepala Kantor Manajemen dan Anggaran, serta Cecilia Rouse sebagai Kepala Dewan Penasehat Ekonomi.

Biden juga akan mengangkat Wally Adeyemo, penasehat senior ekonomi internasional masa pemerintahan Obama, untuk membantu Janet Yellen, Menteri Keuangan (Menkeu), dengan menunjukknya sebagai Wamenkeu. Ahli ekonomi Jared Bernstein dan Heather Boushey juga direncanakan menjadi anggota Dewan Penasehat Ekonomi. Begitupun dengan Brian Deese, penasehat senior andalan Obama, yang akan mengepalai Dewan Ekonomi Nasional. (Baca: Jadikan Sifat Tawadhu sebagai Modal Kebahagiaan)

Sejauh ini, tim transisi Biden menolak berkomentar terkait hal itu. Namun, semua nominasi yang diajukan Biden akan memerlukan persetujuan dari Senat lebih dulu. Para ahli menilai penyusunan kabinet ekonomi Biden menjadi pusat peperangan antara kelompok sentris dan progresif. Kelompok sentris berharap ekonomi AS akan kompetitif dan berbasis keahlian, sedangkan profresif ingin membentuk kapitalisme yang lebih adil bagi semua pelaku bisnis nasional.

Masuknya Rouse dalam tim ekonomi kabinet Biden menjadikan fokus utama pemerintahannya akan mengatasi kesenjangan ekonomi dan sosial. Rouse, ahli ekonomi dari Princeton University yang fokus mempelajari pendidikan ekonomi dan ketidaksetaraan ekonomi, sangat disukai kelompok progresif. Sebelumnya, dia juga menjabat sebagai anggota Dewan Penasehat Ekonomi. Rouse termasuk orang yang vokal melawan kebijakan ekonomi Trump selama pandemi, termasuk mengkritisi kurangnya bantuan pemerintah kepada para pebisnis kecil. Dia menilai hal itu kian mempersenggang kesejahteraan.

Sama seperti masa Obama pada 2009, tim ekonomi Biden juga akan menghadapi tantangan krisis ekonomi dalam jangka pendek saat menjabat pada 20 Januari 2021. Bedanya, kali ini, permasalahan itu muncul akibat wabah virus korona yang memperlebar jurang kekayaan dan mengancam bisnis. Kelompok profresif berjanji akan mengatasi permasalahan ini secara pelan-pelan dan merata. Mereka juga mendesak Biden memerhatikan rakyat kecil. (Baca juga: DPR Usulkan Sekolah Tatap Muka Sifatnya Pilihan)

“Penunjukkan kabinet ekonomi saat ini merepresentasikan keanekaragaman, keahlian, dan pengalaman panjang di Washington serta kompetensi dan sanitasi,” ujar Matt Bennett, salah satu pendiri konsultan politik Third Way. Namun, beberapa ahli mempertanyakan penunjukkan Deese, pejabat eksekutif BlaclRock Inc.. Menurut Jeff Hauser dari Revolving Door Project, Deese akan kebingungan saat sejumlah kebijakan mengancam perusahaannya.

“Dia mungkin akan bolos dalam sebagian besar tugasnya atau memprosesnya tanpa menimbulkan konflik kepentingan,” ujar Hauser. Selain Deese, anggota lain yang kemungkinan akan menuai kritikan ialah Tanden, kepala think tank Center for American Progress, yang mendukung Hillary Clinton dibanding Bernie Sanders pada pemilihan presiden (Pilpres) 2016. Dia dinilai sebagai ekonom yang berpihak pada sayap kiri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Pentagon Buka Arsip...
Pentagon Buka Arsip UFO, Ungkap Bola Bercahaya Misterius di Langit AS
Kecelakaan Maut Minibus...
Kecelakaan Maut Minibus Tabrak Truk, 8 Orang Tewas
Rekomendasi
Maskot Piala Dunia 2026...
Maskot Piala Dunia 2026 Jadi Alat Polisi Tangkap Gembong Narkoba
Mantan Wasit FIFA Bongkar...
Mantan Wasit FIFA Bongkar Bobrok Piala Dunia 2026: Teknologi VAR Gagal Simpulkan Offside
Superkomputer Prediksi...
Superkomputer Prediksi 4 Pesepak Bola yang Bersinar di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Perempuan Cantik Ini...
Perempuan Cantik Ini Tewas dalam Atraksi Lompat Jembatan 30 Meter karena Petugas Lupa Pasang Tali Pengaman
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Infografis
5 Makanan yang Bisa...
5 Makanan yang Bisa Atasi Stres Akibat Kesepian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved