Dokter Inggris Tegaskan Anak Muda Tidak Kebal Covid-19
Selasa, 12 Mei 2020 - 04:07 WIB
loading...
Ilustrasi
A
A
A
LONDON - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus beberapa waktu lalu mengatakan, anak-anak muda tidak kebal terhadap virus Corona baru, Covid-19. Ini adalah respon atas sikap masa bodo dan cuek anak-anak muda terhadap pandemi.
"Virus ini dapat membuat Anda dirawat di rumah sakit selama berminggu-minggu, atau bahkan membunuh Anda. Orang di bawah 50 tahun merupakan proporsi yang signifikan dari pasien yang membutuhkan rawat inap," kata Tedros.
Amir Khan, seorang dokter di Layanan Kesehatan Nasional Inggris, NHS, mengatakan apa yang disampaikan oleh Tedros benar adanya. Dia mencotohkan seorang remaja yang sebelumnya sehat, tiba-tiba meninggal di Los Angeles setelah tertular virus. Di Inggris, dua remaja dilaporkan meninggal setelah tertular Covid-19, satu berusia 19 dan satu lainnya berusia 13 tahun, tanpa masalah kesehatan mendasar yang diketahui.
Dia menuturkan, studi-studi tentang wabah sejauh ini menunjukkan bahwa delapan dari 10 pasien yang terserang virus Corona parah akan berusia lebih dari 65 tahun. Tetapi, dua lainnya adalah pasien yang lebih muda dan jika melipatgandakannya pada skala dunia, banyak anak muda yang bisa menjadi korban Covid-19.
"Orang-orang di bawah usia 50 seharusnya memiliki sistem kekebalan yang lebih sehat daripada mereka yang lebih tua. Ini berarti tubuh mereka harus mengenali agen asing, seperti Covid-19, cukup cepat setelah masuk ke dalam sel mereka, dan mulai memproduksi antibodi untuk melawannya," ucapnya, seperti dilansir Al Jazeera.
Sebelum virus memiliki waktu untuk menyebabkan masalah pernapasan serius dan pneumonia buruk di paru-paru anak muda, jelasnya, sistem kekebalan tubuh mereka harus berjuang melawannya, dan mereka harusnya dalam perjalanan menuju pemulihan, hanya menderita demam, batuk kering, dan kelelahan.
"Ironisnya, bagaimanapun, itu adalah sistem kekebalan muda yang mungkin menjadi masalah pada beberapa orang dan inilah yang dikonfirmasi telah terjadi pada setidaknya beberapa kasus orang muda yang sekarat setelah tertular Covid-19," ungkapnya.
"Virus ini dapat membuat Anda dirawat di rumah sakit selama berminggu-minggu, atau bahkan membunuh Anda. Orang di bawah 50 tahun merupakan proporsi yang signifikan dari pasien yang membutuhkan rawat inap," kata Tedros.
Amir Khan, seorang dokter di Layanan Kesehatan Nasional Inggris, NHS, mengatakan apa yang disampaikan oleh Tedros benar adanya. Dia mencotohkan seorang remaja yang sebelumnya sehat, tiba-tiba meninggal di Los Angeles setelah tertular virus. Di Inggris, dua remaja dilaporkan meninggal setelah tertular Covid-19, satu berusia 19 dan satu lainnya berusia 13 tahun, tanpa masalah kesehatan mendasar yang diketahui.
Dia menuturkan, studi-studi tentang wabah sejauh ini menunjukkan bahwa delapan dari 10 pasien yang terserang virus Corona parah akan berusia lebih dari 65 tahun. Tetapi, dua lainnya adalah pasien yang lebih muda dan jika melipatgandakannya pada skala dunia, banyak anak muda yang bisa menjadi korban Covid-19.
"Orang-orang di bawah usia 50 seharusnya memiliki sistem kekebalan yang lebih sehat daripada mereka yang lebih tua. Ini berarti tubuh mereka harus mengenali agen asing, seperti Covid-19, cukup cepat setelah masuk ke dalam sel mereka, dan mulai memproduksi antibodi untuk melawannya," ucapnya, seperti dilansir Al Jazeera.
Sebelum virus memiliki waktu untuk menyebabkan masalah pernapasan serius dan pneumonia buruk di paru-paru anak muda, jelasnya, sistem kekebalan tubuh mereka harus berjuang melawannya, dan mereka harusnya dalam perjalanan menuju pemulihan, hanya menderita demam, batuk kering, dan kelelahan.
"Ironisnya, bagaimanapun, itu adalah sistem kekebalan muda yang mungkin menjadi masalah pada beberapa orang dan inilah yang dikonfirmasi telah terjadi pada setidaknya beberapa kasus orang muda yang sekarat setelah tertular Covid-19," ungkapnya.
Lihat Juga :