Krisis Keuangan, Badan Bantuan PBB untuk Palestina Berada di 'Tepi Jurang'

Minggu, 29 November 2020 - 22:23 WIB
loading...
Krisis Keuangan, Badan...
Ilustrasi
A A A
RAMALLAH - Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) mengatakan bahwa mereka saat ini berada di "ujung jurang" karena krisis keuangan akut. UNRWA mulai mengalami krisis finansial setelah Amerika Serikat (AS), sebagai donatur terbesar menghentikan bantuan mereka.

UNRWA memberikan layanannya kepada sekitar 5,3 juta pengungsi Palestina dan sejak AS membekukan semua dukungannya kepada badan tersebut pada Januari, krisis finansial mulai membayangi. AS menghentikan bantuan, karena mereka tidak puas dengan cara kerja badan tersebut yang dinilai bias terhadap Israel.

(Baca: Satu Dekade Pendudukan Israel Buat Palestina Merugi hingga Rp270 Triliun )

Komisaris Jenderal UNRWA, Philippe Lazzarini mengatakan, bahwa badan tersebut mendapatkan bantuan terendah dalam kurang waktu delapan tahun terakhir. Hal ini, jelasnya, membuat UNRWA kesulitan untuk memberikan bantuan yang maksimal bagi pengunsi Palestina.

"UNRWA menerima kontribusi terendah tahun ini sejak 2012, pada saat kebutuhan pengungsi diperparah oleh efek pandemi pada sumber daya mereka yang sedikit," kata Lazzarini, seperti dilansir Anadolu Agency.

(Baca: November, Bulan Penuh Sejarah dan Makna untuk Palestina )

"Dengan arus kas Badan pada level terendah sejak 2012, dan dengan kebutuhan pengungsi yang sangat tinggi karena dampak Covid-19, risiko penyintas GBV (kekerasan berbasis gender) menjadi akut jika dukungan kepada mereka terancam," sambungnya.

Dia menyatakan, bukan hanya bantuan kepada para pengungsi Palestina yang terhambat, tapi juga pembayaran gaji untuk staf mereka turut terhambat akibat krisis ini.

(Baca: Hari Anak Sedunia: Ratusan Anak Palestina Ditahan Israel )

“Sampai hari ini, saya belum punya dana yang cukup untuk membayar gaji November kepada staf UNRWA yang berada di garis depan pandemi Covid-19,” ucap Lazzarini.

Meski demikian, dia menegaskan kembali jaminan badan PBB untuk terus memberikan layanan kepada pengungsi Palestina sampai solusi politik untuk perjuangan mereka ditemukan. "Saya mendesak masyarakat internasional untuk segera meningkatkan dukungannya kepada UNRWA,"tukasnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Wow, Putin Ngobrol dengan...
Wow, Putin Ngobrol dengan Presiden Belarusia Lukashenko 24 Jam Lebih
Rekomendasi
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Berita Terkini
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved