Satu Dekade Pendudukan Israel Buat Palestina Merugi hingga Rp270 Triliun

loading...
Satu Dekade Pendudukan Israel Buat Palestina Merugi hingga Rp270 Triliun
Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) sebut satu dekade pendudukan dan blokade Israel di Gaza rugikan Palestina hingga Rp. 270 triliun. Foto/REUTERS
JENEWA - Pendudukan Israel di Jalur Gaza merugikan wilayah Palestina sekitar USD 16,7 miliar atau sekitar Rp. 270 triliun hanya dalam waktu satu dekade. Hal itu terungkap dalam laporan baru Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD).

Laporan tersebut mencatat bahwa tingkat kemiskinan Gaza, yang mencapai 40 persen pada tahun 2007, seharusnya turun menjadi 15 persen pada tahun 2018, tetapi malah meningkat menjadi 56 persen.

"Berfokus pada periode 2007-2018, perkiraan biaya ekonomi kumulatif dari pendudukan Israel di Gaza di bawah penutupan berkepanjangan dan pembatasan pergerakan dan ekonomi yang parah dan operasi militer akan berjumlah USD 16,7 miliar," kata laporan itu, seperti dilansir Al Arabiya pada Kamis (26/11/2020).

UNCTAD dalam laporannya menyebutkan bahwa angka tersebut setara dengan enam kali lipat nilai produk domestik bruto (PDB) Gaza, atau 107 persen dari PDB Palestina pada 2018. "Selama periode itu, ekonomi Gaza tumbuh kurang dari lima persen dan pengangguran meningkat 49 persen," ujarnya. ( Baca juga: PKS Kritik Pembukaan Layanan Calling Visa Bagi Israel oleh Kemenkumham )



"Biaya minimum tahunan untuk mengangkat orang keluar dari kemiskinan telah meningkat empat kali lipat dan menyelesaikan krisis kemanusiaan di Gaza hanya mungkin melalui pencabutan penuh blokade Israel," sambung laporan itu.

Menurut laporan itu, militan Palestina harus segera menghentikan peluncuran roket tanpa pandang bulu ke Israel dan Gaza harus diizinkan untuk berdagang secara bebas dengan seluruh wilayah yang diduduki, dan dunia. ( Baca juga: Indonesia Diingatkan Tak Normalisasi Hubungan dengan Israel )

"Untuk mengembalikan Gaza ke jalur pembangunan berkelanjutan, pemerintah Palestina harus diizinkan untuk mengembangkan sumber daya energi, didorong oleh investasi di pelabuhan dan bandara, proyek air dan listrik," tukasnya.
(esn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top