Rusia Sukses Uji Coba Sistem Anti Rudal Balistik Terbaru
Jum'at, 27 November 2020 - 03:02 WIB
loading...
A
A
A
Awal bulan ini, AS berhasil menguji SM-3 ABM terhadap simulasi rudal balistik antarbenua. ICBM tersebut diluncurkan dari lokasi uji coba rudal AS di Kepulauan Marshall. Pentagon mengatakan dalam siaran persnya bahwa rudal Standard Missile-3 (SM-3) Block IIA yang diluncurkan dari kapal perusak AS di laut mencegat dan menghancurkan target.
Departemen Pertahanan AS mengatakan tes itu menandai uji penerbangan keenam dari sebuah kapal yang dilengkapi pertahanan rudal balistik Aegis menggunakan peluru kendali SM-3 Block IIA. Pentagon menambahkan tes itu awalnya dijadwalkan akan diadakan pada bulan Maret tetapi ditunda karena pembatasan yang disebabkan oleh Pandemi Covid-19.(Baca juga: Sistem Pertahanan Rudal Berbasis Laut AS Sukses Hancurkan ICBM )
Menanggapi tes tersebut, Moskow menuduh Washington telah memberikan "informasi palsu" tentang kemampuan pertahanan anti rudalnya.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengatakan uji coba itu adalah sebuah bentuk konfirmasi terbaru dari karakter berbahaya dan tidak stabil dari strategi anti rudal balistik Washington dan orientasi anti Rusia yang sangat jelas.
Dia mengambil pengecualian pada penggunaan rudal SM-3 Blok IIA yang ditembakkan oleh kapal perusak USS John Finn untuk menjatuhkan ICBM yang diluncurkan dari Atol Kwajalein di Samudra Pasifik.
Departemen Pertahanan AS mengatakan tes itu menandai uji penerbangan keenam dari sebuah kapal yang dilengkapi pertahanan rudal balistik Aegis menggunakan peluru kendali SM-3 Block IIA. Pentagon menambahkan tes itu awalnya dijadwalkan akan diadakan pada bulan Maret tetapi ditunda karena pembatasan yang disebabkan oleh Pandemi Covid-19.(Baca juga: Sistem Pertahanan Rudal Berbasis Laut AS Sukses Hancurkan ICBM )
Menanggapi tes tersebut, Moskow menuduh Washington telah memberikan "informasi palsu" tentang kemampuan pertahanan anti rudalnya.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengatakan uji coba itu adalah sebuah bentuk konfirmasi terbaru dari karakter berbahaya dan tidak stabil dari strategi anti rudal balistik Washington dan orientasi anti Rusia yang sangat jelas.
Dia mengambil pengecualian pada penggunaan rudal SM-3 Blok IIA yang ditembakkan oleh kapal perusak USS John Finn untuk menjatuhkan ICBM yang diluncurkan dari Atol Kwajalein di Samudra Pasifik.
Lihat Juga :