Pertama Kalinya, Paus Francis Sebut Muslim Uighur Teraniaya
Selasa, 24 November 2020 - 17:17 WIB
loading...
A
A
A
Vatikan baru-baru ini memperpanjang perjanjian kontroversial dengan Beijing atas pengangkatan uskup di China daratan.(Baca juga: 39 Negara Kecam China soal Muslim Uighur, Tak Ada Nama Indonesia )
Beijing telah lama bersikeras untuk membuat keputusan akhir tentang semua pengangkatan uskup di negara itu, tetapi perjanjian 2018 mengakhiri ketegangan puluhan tahun antara kedua belah pihak, yang memutuskan hubungan diplomatik formal pada 1951.
Detail perjanjian tersebut tidak pernah dipublikasikan dan telah dikritik oleh beberapa orang, termasuk Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.
Menanggapi hal itu, berbicara pada jumpa pers reguler, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan bahwa dimasukannya Uighur ke dalam daftar orang-orang yang dianiaya Paus Fransiskus sama sekali tidak berdasar.(Baca juga: Akun Paus Francis Like Foto Hot Model Brasil, Vatikan Gelar Investigasi )
"Ada 56 kelompok etnis di China, dan kelompok etnis Uighur adalah anggota yang setara dengan keluarga besar bangsa China. Pemerintah China selalu memperlakukan (semua) kelompok minoritas secara setara dan melindungi hak dan kepentingan mereka yang sah," katanya.
Beijing telah lama bersikeras untuk membuat keputusan akhir tentang semua pengangkatan uskup di negara itu, tetapi perjanjian 2018 mengakhiri ketegangan puluhan tahun antara kedua belah pihak, yang memutuskan hubungan diplomatik formal pada 1951.
Detail perjanjian tersebut tidak pernah dipublikasikan dan telah dikritik oleh beberapa orang, termasuk Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.
Menanggapi hal itu, berbicara pada jumpa pers reguler, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan bahwa dimasukannya Uighur ke dalam daftar orang-orang yang dianiaya Paus Fransiskus sama sekali tidak berdasar.(Baca juga: Akun Paus Francis Like Foto Hot Model Brasil, Vatikan Gelar Investigasi )
"Ada 56 kelompok etnis di China, dan kelompok etnis Uighur adalah anggota yang setara dengan keluarga besar bangsa China. Pemerintah China selalu memperlakukan (semua) kelompok minoritas secara setara dan melindungi hak dan kepentingan mereka yang sah," katanya.
(ber)
Lihat Juga :