Laksamana Angkatan Laut AS Kunjungi Taiwan, China Murka

Senin, 23 November 2020 - 20:02 WIB
loading...
Laksamana Angkatan Laut...
China mengecam keras kunjungan seorang Laksamana Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) ke Taiwan dan mengatakan akan merespon hal ini. Foto/Ist
A A A
BEIJING - China mengecam keras kunjungan seorang Laksamana Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) ke Taiwan dan mengatakan akan merespon hal ini. Beijing juga dengan tegas menentang hubungan militer apa pun antara Taipei dan Washington.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian mengatakan, China dengan tegas menentang segala bentuk pertukaran antara pejabat AS dan Taiwan atau kedua negara memiliki hubungan militer.

"China mendesak AS untuk sepenuhnya mengakui sensitivitas ekstrim dari masalah Taiwan. Pihak China akan, menurut bagaimana situasi berkembang, membuat tanggapan yang sah dan perlu," ucapnya, seperti dilansir Reuters pada Senin (23/11/2020).

Sebelumnya diwartakan, seorang Laksamana Angkatan Laut bintang dua yang mengawasi intelijen militer AS di wilayah Asia-Pasifik telah melakukan kunjungan mendadak ke Taiwan. ( Baca juga: Ambil Batu, Pekan Ini China Luncurkan Pesawat Ruang Angkasa Nirawak ke Bulan )

Dua sumber kepada Reuters mengungkap kunjungan pejabat militer Amerika tersebut. Sumber-sumber—termasuk seorang pejabat Taiwan yang mengetahui situasi tersebut—mengatakan bahwa pejabat militer yang berkunjung itu adalah Laksamana Muda Michael Studeman. Para sumber berbicara dengan syarat anonim.

Menurut situs web Angkatan Laut Amerika, Studeman adalah direktur J2, yang mengawasi intelijen di Komando Indo-Pasifik militer AS. ( Baca juga: Laksamana Bintang Dua AS Lakukan Kunjungan Mendadak ke Taiwan )

Pentagon menolak berkomentar, begitu pula Kementerian Pertahanan Taiwan. Kementerian Luar Negeri Taiwan mengonfirmasi pada hari Minggu bahwa seorang pejabat AS telah tiba di Taiwan, tetapi menolak memberikan rincian. Menurut kementerian itu, perjalanan pejabat AS itu belum dipublikasikan.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Trump: Jika Iran Tak...
Trump: Jika Iran Tak Berperilaku Baik, Kita Akan Jatuhkan Bom di Kepala Mereka
Rekomendasi
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved