AS Kehilangan 'Perisai' dari Rusia dengan Keluar dari Perjanjian Open Skies

loading...
AS Kehilangan Perisai dari Rusia dengan Keluar dari Perjanjian Open Skies
Anggota Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS, Bob Menendez sebut keluarnya AS dari Perjanjian Open Skies membuat negara itu tidak terlindungi dari Rusia. Foto/Ist
WASHINGTON - Keluarnya Amerika Serikat (AS) dari Perjanjian Open Skies membuat negara itu tidak terlindungi dari Rusia . Hal itu diungkapkan anggota Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS, Bob Menendez.

"Seperti yang telah saya nyatakan sebelumnya, keputusan pemerintah untuk menarik diri dari Perjanjian Open Skies adalah sembrono dan membuat AS dan sekutu kita kurang aman melawan Rusia," ucapnya.

"Selama hampir 20 tahun, perjanjian, yang disetujui dengan suara bulat oleh Senat, telah memberikan negara dan sekutu kita memiliki wawasan penting tentang militer Rusia," sambungnya, seperti dilansir Sputnik pada Senin (23/11/2020). ( Baca juga: Rusia Gerah AS Uji Coba Sistem Pertahanan Rudal Berbasis Laut )

Dia menuturkan, keputusan Washington untuk meninggalkan perjanjian tersebut cocok dengan pola yang lebih luas dari membuang perjanjian kontrol senjata dan non-proliferasi, meningkatkan keprihatinan mendalam di antara sekutu tentang komitmen AS terhadap keamanan mereka.

Senator itu menekankan bahwa sekarang AS bukan bagian dari perjanjian itu, ia tidak akan dapat melihat data apa pun yang dikumpulkan oleh Rusia melalui penerbangan pengamatan Open Skies.



"Saya sangat yakin bahwa keputusan Presiden Trump untuk menarik diri dari Perjanjian tersebut merupakan pelanggaran hukum domestik. Dalam Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional 2020, Kongres menegaskan kembali dukungannya untuk Perjanjian Open Skies," ungkapnya.

Menendez kemudian meminta administrasi kepresidenan AS yang akan datang untuk membawa AS bergabung kembali dengan perjanjian itu. ( Baca juga: AS Keluar dari Perjanjian Open Skies dan Salahkan Rusia )

Perjanjian Open Skies sendiri memungkinkan para pesertanya untuk melakukan pengawasan udara sebagai bagian dari program penerbangan observasi terjadwal. Lebih dari 30 negara berpartisipasi dalam program yang dibuat untuk meningkatkan transparansi kegiatan militer tersebut.
(esn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top