Program Luar Angkasa Dipermasalahkan DK PBB, Korut Kesal
Jum'at, 20 November 2020 - 11:14 WIB
loading...
A
A
A
"Seperti diketahui, invasi bersenjata ilegal dan serangan udara terhadap negara-negara berdaulat yang mengakibatkan pembunuhan warga sipil tidak perlu dipertanyakan lagi, sedangkan tindakan pertahanan diri yang benar untuk menjaga kedaulatan dan bahkan eksplorasi luar angkasa untuk tujuan damai diberi label dan dikutuk sebagai ancaman bagi perdamaian internasional," ujarnya. (Baca juga: Terus Tingkatkan Kemampuan Rudal, Korut Ancaman Besar Bagi AS )
Kim Song, khususnya, menekankan bahwa Jepang tidak boleh diizinkan sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB.
"Jepang adalah negara penjahat perang yang telah menimbulkan kemalangan dan penderitaan yang tak terukur atas umat manusia dengan menyerang banyak negara Asia, termasuk Korea, dan memprovokasi Perang Pasifik pada abad terakhir," ujarnya.
"Negara seperti itu sedang mencari keanggotaan permanen Dewan Keamanan yang tanggung jawab utamanya adalah menjaga perdamaian dan keamanan internasional. Itu tidak lebih dari ejekan dan penghinaan terhadap Perserikatan Bangsa-Bangsa," tambah utusan Pyongyang itu.(Baca juga: Kim Jong-un Perintahkan Pengetatan Tindakan Anti-Covid-19 di Korut )
Untuk diketahui sejumlah negara macam Jepang, Brasil, Jerman, dan India telah mendorong untuk mendapatkan kursi permanen di Dewan Keamanan PBB, selain Inggris, China, Prancis, Rusia, dan Amerika Serikat.
Kim Song, khususnya, menekankan bahwa Jepang tidak boleh diizinkan sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB.
"Jepang adalah negara penjahat perang yang telah menimbulkan kemalangan dan penderitaan yang tak terukur atas umat manusia dengan menyerang banyak negara Asia, termasuk Korea, dan memprovokasi Perang Pasifik pada abad terakhir," ujarnya.
"Negara seperti itu sedang mencari keanggotaan permanen Dewan Keamanan yang tanggung jawab utamanya adalah menjaga perdamaian dan keamanan internasional. Itu tidak lebih dari ejekan dan penghinaan terhadap Perserikatan Bangsa-Bangsa," tambah utusan Pyongyang itu.(Baca juga: Kim Jong-un Perintahkan Pengetatan Tindakan Anti-Covid-19 di Korut )
Untuk diketahui sejumlah negara macam Jepang, Brasil, Jerman, dan India telah mendorong untuk mendapatkan kursi permanen di Dewan Keamanan PBB, selain Inggris, China, Prancis, Rusia, dan Amerika Serikat.
(ber)
Lihat Juga :