Prancis Ingin Dunia Awasi Gencatan Senjata Nagorno-Karabakh
Jum'at, 20 November 2020 - 10:27 WIB
loading...
Prancis serukan dunia internasional untuk mengawasi gencatan senjata di Nagorno Karabakh. Foto/Ilustrasi
A
A
A
PARIS - Prancis menginginkan pengawasan internasional untuk penerapan gencatan senjata dalam konflik Nagorno-Karabakh di tengah kekhawatiran Rusia dan Turki dapat mencapai kesepakatan untuk memangkas kekuatan Barat dari pembicaraan damai di masa depan.
Moskow bersama kelompok Minsk mengawasi perselisihan Nagorno-Karabakh dengan Washington dan Paris. Namun baik Amerika Serikat (AS) dan Prancis tidak terlibat dalam kesepakatan yang ditandatangani oleh Rusia, Armenia dan Azerbaijan untuk mengakhiri pertempuran selama enam minggu di daerah kantong tersebut.
Sejak gencatan senjata, Rusia telah mengadakan pembicaraan dengan Turki, sekutu utama Azerbaijan dan pengkritik keras kelompok Minsk, yang dapat menyebabkan Ankara mengerahkan pasukan ke wilayah tersebut.(Baca juga: Rusia-Turki Akhirnya Sepakat Kerjasama Kontrol Gencatan Senjata Nagorno-Karabakh )
"Akhir pertempuran sekarang harus memungkinkan dimulainya kembali negosiasi dengan itikad baik untuk melindungi penduduk Nagorno-Karabakh dan memastikan kembalinya puluhan ribu orang yang telah meninggalkan rumah mereka dalam beberapa pekan terakhir dalam kondisi keamanan yang baik," bunyi pernyataan yang dikeluarkan kantor Presiden Emmanuel Macron seperti dikutip dari Reuters, Jumat (20/11/2020).
Moskow bersama kelompok Minsk mengawasi perselisihan Nagorno-Karabakh dengan Washington dan Paris. Namun baik Amerika Serikat (AS) dan Prancis tidak terlibat dalam kesepakatan yang ditandatangani oleh Rusia, Armenia dan Azerbaijan untuk mengakhiri pertempuran selama enam minggu di daerah kantong tersebut.
Sejak gencatan senjata, Rusia telah mengadakan pembicaraan dengan Turki, sekutu utama Azerbaijan dan pengkritik keras kelompok Minsk, yang dapat menyebabkan Ankara mengerahkan pasukan ke wilayah tersebut.(Baca juga: Rusia-Turki Akhirnya Sepakat Kerjasama Kontrol Gencatan Senjata Nagorno-Karabakh )
"Akhir pertempuran sekarang harus memungkinkan dimulainya kembali negosiasi dengan itikad baik untuk melindungi penduduk Nagorno-Karabakh dan memastikan kembalinya puluhan ribu orang yang telah meninggalkan rumah mereka dalam beberapa pekan terakhir dalam kondisi keamanan yang baik," bunyi pernyataan yang dikeluarkan kantor Presiden Emmanuel Macron seperti dikutip dari Reuters, Jumat (20/11/2020).
Lihat Juga :