Memoar Obama: Putin Membangun Rusia untuk Ditakuti

Jum'at, 20 November 2020 - 01:45 WIB
loading...
A A A
Obama, yang menjabat dari 2009 hingga 2017, memiliki hubungan yang sangat tegang dengan Putin.

Mantan senator dari Illinois berkuasa pada saat hubungan AS-Rusia memasuki masa-masa sulit. Moskow telah menginvasi negara tetangganya; Georgia, pada Agustus 2008—hanya tiga bulan sebelum Obama memenangkan kursi kepresidenan—meningkatkan kekhawatiran mendalam di Eropa Timur tentang agresi Kremlin.

Meskipun Obama awalnya berusaha meningkatkan hubungan Washington dengan Moskow, kebijakan yang oleh pemerintahannya disebut "pengaturan ulang", menimbulkan ketidakpercayaan, ketidaksepakatan tentang kebijakan luar negeri, dan kemunduran demokrasi di Rusia menghambat kemajuan.

Putin menuduh pemerintahan Obama pada akhir 2011 berusaha memicu kerusuhan di Rusia menyusul protes pro-demokrasi di Moskow, membuat hubungan bilateral tegang. Kemudian, pada 2014, Putin menganeksasi Crimea dan mendukung pemberontak di timur Ukraina setelah penggulingan pemimpin pro-Kremlin di Ukraina, yang menyebabkan hubungan AS-Rusia ke titik terendah baru pasca-Perang Dingin.

Pemerintahan Obama bersama dengan sekutunya menendang Rusia keluar dari Kelompok Delapan (G-8), sebuah kelompok pemimpin negara industri paling kuat di dunia. Pemerintah Obama juga menjatuhkan sanksi terhadap Rusia untuk menghukum Putin atas tindakan bermusuhannya terhadap Ukraina.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.430 Orang Tewas dan Ribuan Hilang!
Presiden Venezuela Terenyuh...
Presiden Venezuela Terenyuh Puluhan Negara Bantu Cari Korban Gempa, Nyaris 2.000 Orang Tewas
Rekomendasi
Kepercayaan Publik pada...
Kepercayaan Publik pada Polri Meningkat, Bukti Reformasi Institusi Berjalan
Bonatua Ungkap Alasan...
Bonatua Ungkap Alasan Gugat Penyelenggara Pemilu hingga UGM terkait Legalisir Ijazah Jokowi
KPK Panggil Bupati Indragiri...
KPK Panggil Bupati Indragiri Hulu terkait Kasus Ajudan Gubernur Abdul Wahid
Berita Terkini
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Rakyat UEA Menikmati Jaringan Kereta Api
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved