Kasus Corona Menurun, Prancis dan Spanyol Perlonggar Lockdown
Senin, 11 Mei 2020 - 10:26 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, karantina wilayah terus berlangsung di negara-negara seperti Afrika Selatan, meski ada desakan dari partai oposisi untuk mengakhirinya. Di Korea Selatan (Korsel), pembatasan bagi bar dan klub diberlakukan setelah adanya laporan transmisi virus Covid-19 di area pariwisata Seoul. Itu dilakukan setelah Korsel melaporkan 34 kasus virus corona kemarin. Hal itu menjadi jumlah tertinggi dalam satu bulan terakhir.
Presiden Korsel Moon Jae-in memperingatkan gelombang kedua epidemi corona pada akhir tahun atau musim dingin ini. Dia mengatakan, klaster persebaran virus corona bisa menyebar dengan cepat. “Ini belum berakhir. Kita harus waspada hingga akhir tahun. Kita tidak boleh melemahkan penjagaan terhadap pencegahan epidemi ini,” katanya.
Moon menegaskan, Korsel dalam status perang jangka panjang. Dia meminta warga agar selalu mematuhi protokol kesehatan. Perluasan pengujian Covid-19, pelacakan pasien yang terinfeksi menjadi prioritas yang dilakukan Korsel. “Kita akan membangun rumah sakit khusus penyakit menular dan pusat penelitian penyakit menular,” katanya.
Sementara itu, seorang pejabat senior China Direktur Komisi Kesehatan Nasional China, Li Bin, mengatakan kepada media lokal bahwa pandemi ini adalah sebuah ujian besar yang menunjukkan kelemahan sistem kesehatan di negara itu. (Andika H Mustaqim)
Presiden Korsel Moon Jae-in memperingatkan gelombang kedua epidemi corona pada akhir tahun atau musim dingin ini. Dia mengatakan, klaster persebaran virus corona bisa menyebar dengan cepat. “Ini belum berakhir. Kita harus waspada hingga akhir tahun. Kita tidak boleh melemahkan penjagaan terhadap pencegahan epidemi ini,” katanya.
Moon menegaskan, Korsel dalam status perang jangka panjang. Dia meminta warga agar selalu mematuhi protokol kesehatan. Perluasan pengujian Covid-19, pelacakan pasien yang terinfeksi menjadi prioritas yang dilakukan Korsel. “Kita akan membangun rumah sakit khusus penyakit menular dan pusat penelitian penyakit menular,” katanya.
Sementara itu, seorang pejabat senior China Direktur Komisi Kesehatan Nasional China, Li Bin, mengatakan kepada media lokal bahwa pandemi ini adalah sebuah ujian besar yang menunjukkan kelemahan sistem kesehatan di negara itu. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Lihat Juga :