Bahrain Serukan Kelanjutan Pembicaraan Israel-Palestina Berdasarkan Solusi Dua Negara

Kamis, 19 November 2020 - 16:29 WIB
loading...
Bahrain Serukan Kelanjutan Pembicaraan Israel-Palestina Berdasarkan Solusi Dua Negara
Menteri Luar Negeri Bahrain, Abdullatif al-Zayani menyerukan dimulainya kembali perundingan perdamaian antara Israel dan Palestina berdasarkan solusi dua negara. Foto/REUTERS
A A A
TEL AVIV - Menteri Luar Negeri Bahrain , Abdullatif al-Zayani menyerukan dimulainya kembali perundingan perdamaian antara Israel dan Palestina berdasarkan solusi dua negara. Hal itu disampaikan al-Zayani saat melakukan kunjungan ke Israel.

“Mari kita mencapai perdamaian yang membawa kemakmuran di Timur Tengah," kata al-Zayani saat melakukan konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Israel, Gabi Ashkenazi, seperti dilansir Al Arabiya pada Kamis (19/11/2020).

"Kita harus bekerja untuk menyelesaikan konflik Palestina-Israel dan kami menyerukan dimulainya kembali negosiasi perdamaian berdasarkan solusi dua negara. Kerja sama penting antara Bahrain dan Israel akan membuka jalan bagi fajar baru," sambungnya.

Sebelumnya, pejabat Palestina mengumumkan dimulainya kembali hubungan dengan Israel setelah jeda selama berbulan-bulan menyusul rencana perdamaian Timur Tengah yang diumumkan oleh Washington awal tahun ini. ( Baca juga: Pasca Menormalkan Hubungan, Bahrain Buka Kedutaan di Israel )

"Sehubungan dengan seruan yang dibuat oleh Presiden (Mahmoud) Abbas mengenai komitmen Israel terhadap perjanjian yang ditandatangani bilateral dan berdasarkan surat resmi tertulis dan lisan yang kami terima, yang mengkonfirmasi komitmen Israel terhadap mereka. Sehingga hubungan dengan Israel akan kembali seperti semula" kata Menteri Urusan Sipil Palestina, Hussein Al Sheikh.

Dalam konferensi video Zoom yang diselenggarakan oleh Dewan Hubungan Luar Negeri, Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh mengatakan keputusan untuk melanjutkan kontak dengan Israel sebagian didasarkan pada menghadapi krisis kesehatan.

"Antara ratusan ribu pemukim Israel yang tinggal di Tepi Barat, dan puluhan ribu pekerja Palestina yang pulang-pergi ke Israel setiap hari untuk bekerja, koordinasi diperlukan untuk membantu mencegah penyebaran virus. Hidup kami sangat terkait antara kami dan Israel, dan tidak mungkin kami hanya melawan virus sendiri," ucapnya. ( Baca juga: Palestina Pulihkan Hubungan dengan Israel )
(esn)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2317 seconds (10.101#12.26)