Lagi, Trump Keluarkan Kebijakan Kontroversial

Kamis, 19 November 2020 - 10:13 WIB
loading...
A A A
Selain itu, Trump masih menominasikan kandidat kontroversial untuk menjadi salah satu pemimpin Federal Reserve Judy Shelton. Meskipun langkah tersebut diblok Senat karena seorang senator Partai Republik dilaporkan terinfeksi virus korona. Shelton dinilai kontroversial karena menggunakan pendekatan ekstrem untuk menurunkan dampak krisis virus korona dan krisis ekonomi.

Shelton, 66, dikenal memiliki pandangan yang tidak konsisten, termasuk standar emas dan kebijakan bunga. Dia mengatakan bahwa Bank Sentral AS memiliki kekuatan berlebihan mengenai uang dan pasar finansial yang membuat tidak sehat perekonomian AS. Gaya dan kebijakan Shelton memang identik dengan Trump.

Tidak berhenti di situ, Trump juga mengurangi jumlah pasukan AS di Afghanistan dari 4.500 menjadi 2.500 pada pertengahan Januari mendatang. Keputusan tersebut ditentang para politikus Partai Demokrat dan Partai Republik. Kebijakan itu melemahkan keamanan dan mengganggu perundingan damai dengan Taliban.

Pelaksana tugas Menteri Pertahanan Christopher Miller membenarkan penarikan pasukan tersebut. Selain itu, pasukan AS di Irak juga dikurangi dari 3.000 menjadi 2.500 prajurit. “Pada 15 Januari 2021, pasukan kita akan dikurangi di Afghanistan menjadi 2.500 tentara. Pasukan kita di Irak juga hanya menjadi 2.500 prajurit,” katanya. (Baca juga: Bali Destinasi Bulan Madu Terbaik di Dunia)

Saat bersamaan, anggota senat Partai Republik Mitch McConnell menentang segala perubahan besar terhadap kebijakan luar negeri AS dan pertahanan dalam beberapa bulan mendatang. “Adanya perubahan ekstrem dalam beberapa bulan mendatang seharusnya tidak mengguncang atau mengubah kebijakan pertahanan dan luar negeri,” kata McConnell.

Tim transisi Biden tidak berkomentar mengenai pengurangan tentara oleh Trump tersebut. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat AS dari Partai Republik, Mac Thornberry, juga mengkritik kebijakan Trump sebagai suatu kesalahan. “Pengurangan tentara di Afghanistan akan melemahkan negosiasi,” katanya.

Langkah Trump yang sangat dikenal menghalangi upaya pemerintahan transisi kepada Biden adalah tidak transparan dalam berkoordinasi tentang penanganan Covid-19. Padahal, upaya menghalangi proses transfer kekuasaan itu bisa membahayakan ribuan nyawa warga AS karena korona.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
AS-Iran Saling Serang,...
AS-Iran Saling Serang, Trump Ancam Lenyapkan Iran
Rekomendasi
Presiden FIFA Dicecar...
Presiden FIFA Dicecar Jurnalis soal Kekacauan Piala Dunia 2026, Jawaban Infantino Terkesan Meremehkan
Satgas Lundup Polri...
Satgas Lundup Polri Bongkar Kasus Impor Ilegal Senilai Hampir Rp1 Triliun
Dukung Generasi Alpha...
Dukung Generasi Alpha dan Beta, S-26 Gelar Event di Surabaya dan Jakarta
Berita Terkini
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved