Bos WHO Mengaku Khawatir dengan Peningkatan Kasus Covid-19 di Eropa dan AS
Rabu, 18 November 2020 - 20:50 WIB
loading...
A
A
A
“Meskipun kami terus menerima berita yang menggembirakan tentang vaksin Covid-19 dan tetap optimis dengan hati-hati tentang potensi alat baru untuk mulai tiba dalam beberapa bulan mendatang, saat ini kami sangat prihatin dengan lonjakan kasus yang kami lihat di beberapa negara, terutama di Eropa dan Amerika," ujarnya.
Sementara itu, Soumya Swaminathan, kepala ilmuwan WHO, mengatakan bahwa hasil uji vaksin Moderna "cukup menggembirakan". Dia menuturkan, profil kemanjuran dan keamanan akhirnya masih diperlukan, serta tindak lanjut pada peserta uji coba selama dua bulan untuk memeriksa efek samping.
"Vaksin kandidat Pfizer dan Moderna sama-sama menggunakan teknologi mRNA dan tampaknya mencapai kemanjuran yang tinggi. Namun ada banyak, banyak pertanyaan yang masih tersisa tentang durasi perlindungan, dampak pada penyakit parah, dampak pada sub-populasi yang berbeda, terutama orang tua, serta kejadian buruk di luar periode waktu tertentu,” kata Swaminathan .
Uji klinis, jelasnya, harus terus mengumpulkan lebih banyak data. Dia mencatat bahwa lebih banyak hasil diharapkan dalam beberapa minggu mendatang dari uji coba vaksin lainnya. ( Baca juga: Presiden Jokowi Pastikan Hanya Beli Vaksin Covid-19 yang Terdaftar di WHO )
“Kami melihat setidaknya paruh pertama tahun ini sebagai periode dengan dosis yang sangat, sangat terbatas. Persediaan akan dibatasi, ada kesepakatan bilateral yang telah dilakukan banyak perusahaan, begitu banyak dosis sudah dipesan oleh beberapa negara," tukasnya.
Sementara itu, Soumya Swaminathan, kepala ilmuwan WHO, mengatakan bahwa hasil uji vaksin Moderna "cukup menggembirakan". Dia menuturkan, profil kemanjuran dan keamanan akhirnya masih diperlukan, serta tindak lanjut pada peserta uji coba selama dua bulan untuk memeriksa efek samping.
"Vaksin kandidat Pfizer dan Moderna sama-sama menggunakan teknologi mRNA dan tampaknya mencapai kemanjuran yang tinggi. Namun ada banyak, banyak pertanyaan yang masih tersisa tentang durasi perlindungan, dampak pada penyakit parah, dampak pada sub-populasi yang berbeda, terutama orang tua, serta kejadian buruk di luar periode waktu tertentu,” kata Swaminathan .
Uji klinis, jelasnya, harus terus mengumpulkan lebih banyak data. Dia mencatat bahwa lebih banyak hasil diharapkan dalam beberapa minggu mendatang dari uji coba vaksin lainnya. ( Baca juga: Presiden Jokowi Pastikan Hanya Beli Vaksin Covid-19 yang Terdaftar di WHO )
“Kami melihat setidaknya paruh pertama tahun ini sebagai periode dengan dosis yang sangat, sangat terbatas. Persediaan akan dibatasi, ada kesepakatan bilateral yang telah dilakukan banyak perusahaan, begitu banyak dosis sudah dipesan oleh beberapa negara," tukasnya.
(esn)
Lihat Juga :