Bos WHO Mengaku Khawatir dengan Peningkatan Kasus Covid-19 di Eropa dan AS

Rabu, 18 November 2020 - 20:50 WIB
loading...
Bos WHO Mengaku Khawatir...
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus mengaku khawatir dengan peningkatan kasus Covid-19 di Eropa dan Amerika Serikat. Foto/REUTERS
A A A
JENEWA - Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus mengaku khawatir dengan peningkatan kasus Covid-19 di Eropa dan Amerika Serikat (AS). Eropa dan AS saat ini tengah disibukan oleh gelombang kedua Covid-19.

Tedros, yang berbicara pasca melakukan isolasi mandiri, seperti dilansir VoA pada Rabu (18/11/2020), awalnya menyinggung tentang vaksin Covid-19. Ia mengaku senang dengan kabar terbaru soal vaksin tersebut.

Dua pengembang vaksin, yakni Moderna dan Pfizer mengatakan, vaksin buatan mereka memberikan kekebalan lebih dari 90 persen. Tetapi, dia memperingatkan bahwa orang tidak boleh berpuas diri. ( Baca juga: Waspada Mutasi Baru Corona )

Lalu, dia mengatakan bahwa di tengah kabar baik soal vaksin, ada kabar lain yang justru sangat mengkhawatirkan, yakni peningkatan kasus Covid-19 di Eropa dan AS. Dia mengatakan hal ini akan mendorong petugas kesehatan ke "titik puncak".



“Meskipun kami terus menerima berita yang menggembirakan tentang vaksin Covid-19 dan tetap optimis dengan hati-hati tentang potensi alat baru untuk mulai tiba dalam beberapa bulan mendatang, saat ini kami sangat prihatin dengan lonjakan kasus yang kami lihat di beberapa negara, terutama di Eropa dan Amerika," ujarnya.

Sementara itu, Soumya Swaminathan, kepala ilmuwan WHO, mengatakan bahwa hasil uji vaksin Moderna "cukup menggembirakan". Dia menuturkan, profil kemanjuran dan keamanan akhirnya masih diperlukan, serta tindak lanjut pada peserta uji coba selama dua bulan untuk memeriksa efek samping.

"Vaksin kandidat Pfizer dan Moderna sama-sama menggunakan teknologi mRNA dan tampaknya mencapai kemanjuran yang tinggi. Namun ada banyak, banyak pertanyaan yang masih tersisa tentang durasi perlindungan, dampak pada penyakit parah, dampak pada sub-populasi yang berbeda, terutama orang tua, serta kejadian buruk di luar periode waktu tertentu,” kata Swaminathan .

Uji klinis, jelasnya, harus terus mengumpulkan lebih banyak data. Dia mencatat bahwa lebih banyak hasil diharapkan dalam beberapa minggu mendatang dari uji coba vaksin lainnya. ( Baca juga: Presiden Jokowi Pastikan Hanya Beli Vaksin Covid-19 yang Terdaftar di WHO )

“Kami melihat setidaknya paruh pertama tahun ini sebagai periode dengan dosis yang sangat, sangat terbatas. Persediaan akan dibatasi, ada kesepakatan bilateral yang telah dilakukan banyak perusahaan, begitu banyak dosis sudah dipesan oleh beberapa negara," tukasnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Gawat! Delegasi Iran...
Gawat! Delegasi Iran Walk Out dari Perundingan Damai dengan AS
Rekomendasi
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Ade Darmawan Yakin Jokowi...
Ade Darmawan Yakin Jokowi Kecewa Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Kejari Jaksel
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved