Biden Fokus Pulihkan Ekonomi AS saat Trump Masih Meradang

Selasa, 17 November 2020 - 05:01 WIB
loading...
A A A
Lebih dari sepekan setelah Biden dinyatakan sebagai pemenang, pemerintahan Trump masih belum mengakui dia sebagai presiden terpilih, mencegah timnya mendapatkan akses ke ruang kantor pemerintah dan dana untuk kelancaran transisi.

Penasihat utama Biden memperingatkan bahwa penolakan Trump untuk memulai transisi dapat membahayakan perang melawan virus dan menghambat perencanaan distribusi vaksin.

Jumlah kasus virus corona AS melewati 11 juta pada Minggu, naik satu juta dalam sepekan dan peningkatan tercepat sejak pandemi dimulai.

“Kita berada dalam periode yang sangat berbahaya,” ujar Dr Michael Osterholm, anggota Dewan Penasihat COVID-19 Biden dan direktur Pusat Penelitian dan Kebijakan Penyakit Menular Universitas Minnesota, pada “Meet the Press” NBC.

“Kecuali jika tindakan diambil sekarang, kita akan melihat angka-angka ini tumbuh secara substansial. Masa depan kita ada di tangan kita,” papar Osterholm.

Biden berjanji menjadikan krisis kesehatan sebagai prioritas utama sebagai presiden. Ron Klain, yang akan menjadi kepala staf Gedung Putih ketika Biden menjabat pada 20 Januari, mengatakan penasihat ilmiah Biden akan bertemu dengan Pfizer Inc dan pembuat obat lainnya minggu ini.

Pfizer mengatakan pekan lalu kandidat vaksinnya telah terbukti lebih dari 90% efektif dalam uji coba awal. Ini memberikan harapan bahwa vaksinasi yang meluas dalam beberapa bulan mendatang dapat membantu mengendalikan pandemi.

Perusahaan lain juga sedang dalam tahap lanjut dalam mengembangkan vaksin yang menjanjikan.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
Militer AS Rilis Video...
Militer AS Rilis Video Rudal-rudal Gempur 140 Target di Iran
Iran Balas Serang Pangkalan...
Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, dan UEA
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
Iran Tutup Selat Hormuz...
Iran Tutup Selat Hormuz usai Serang Kapal Tak Berizin
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
Cawe-cawe Trump Disebut...
Cawe-cawe Trump Disebut Biang Kerok Kegagalan Timnas AS di Piala Dunia 2026
Helikopternya Jatuh,...
Helikopternya Jatuh, Komandan Angkatan Laut AS Tewas di Laut Arab
Pecah! Momen PM Malaysia...
Pecah! Momen PM Malaysia Anwar Ibrahim Nyanyi, PM Thailand Charnvirakul Main Saksofon
Rekomendasi
Goal Aksis U-15 dan...
Goal Aksis U-15 dan Akademi Persib U-18 Juara Hydroplus Soccer League All-Stars 2025/2026
Saatnya Koperasi Naik...
Saatnya Koperasi Naik Kelas
Kronologi Temon Meninggal...
Kronologi Temon Meninggal Dunia, Anak Ungkap Riwayat Penyakit hingga Pesan Terakhir Sang Ayah
Berita Terkini
Peta Politik Malaysia...
Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved