Cari Bukti Kejahatan Perang, Australia Tunjuk Penyelidik Khusus

Jum'at, 13 November 2020 - 01:54 WIB
loading...
Cari Bukti Kejahatan...
Australia telah menunjuk penyelidik khusus untuk mencari bukti kejahatan perang di Afghanistan. Foto/Ilustrasi
A A A
CANBERRA - Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan bahwa negara itu harus siap menghadapi "kebenaran brutal", karena para pejabat bersiap untuk memeriksa laporan tentang dugaan kejahatan perang yang dilakukan tentaranya di Afghanistan .

"Pemerintah telah menunjuk penyelidik khusus untuk memeriksa dan berpotensi menuntut tuduhan kesalahan pasukan di Afghanistan," Morrison mengumumkan seperti dilansir dari Russia Today, Jumat (13/11/2020).

Penyelidikan atas tindakan militer dilakukan pada tahun 2016. Versi laporan akhir yang disunting akan dirilis pada minggu depan.



Namun, bagian dari dokumen yang bocor ke media Australia telah melukiskan gambaran yang mengerikan dengan cerita tentang pasukan komando negara itu yang diduga menyiksa dan mengeksekusi warga sipil dan tahanan.

Morrison memperingatkan bahwa rincian laporan tersebut dapat mengejutkan publik. (Baca juga: Sadisnya Pasukan Khusus Australia di Afghanistan: Tembak Kepala, Gorok Leher Warga )

"Ini akan menjadi berita yang sulit dan berat bagi warga Australia, saya jamin," katanya.

PM Australia itu menambahkan bahwa prosedur hukum di masa mendatang akan mengharuskan pihaknya untuk menangani kebenaran yang jujur dan brutal, di mana harapan dan standar mungkin tidak terpenuhi.

Ketika ditanya apakah para prajurit yang dinyatakan bersalah melakukan kejahatan dapat dicabut medali mereka, Menteri Pertahanan Linda Reynolds mengatakan bahwa semua opsi dan rekomendasi akan dipertimbangkan.

Reynolds mencatat, bagaimanapun, isi laporan tidak mungkin telah membayangi sebagian besar dari 39.000 orang Australia yang telah bertugas di Afghanistan dan telah melakukannya dengan sangat berbeda.

Pasukan komando Australia dikerahkan bersama pasukan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya ke Afghanistan untuk memerangi militan Taliban dan al-Qaeda setelah serangan teroris 11/9 sebagai bagian dari 'Perang terhadap Teror' yang dipimpin AS.(Baca juga: Pasukan Khusus Australia Eksekusi Tahanan Afghanistan yang Sudah Diborgol )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
Negara Mayoritas Islam...
Negara Mayoritas Islam Ini Sangkal Jadi Markas Pasukan Elite Israel untuk Perang Melawan Iran
Alwi Farhan Juara Australia...
Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, Indonesia Bawa Pulang 1 Gelar dan 2 Runner Up
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit
Rekomendasi
DPRD Kota Bandung Resmi...
DPRD Kota Bandung Resmi Sahkan Perda Pengendalian Perilaku Seksual Berisiko
Miss Indonesia 2026...
Miss Indonesia 2026 Cari 38 Finalis Terbaik, Audisi Terakhir Digelar di Jakarta
Terungkap 2 Alasan di...
Terungkap 2 Alasan di Balik Pemadaman Bergilir Pulau Jawa, Dirut PLN Minta Maaf
Berita Terkini
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved