Pasukan Khusus Australia Eksekusi Tahanan Afghanistan yang Sudah Diborgol
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 05:38 WIB
loading...
Pasukan Australia yang ditugaskan di Afghanistan. Foto/REUTERS
A
A
A
SYDNEY - Pasukan khusus Australia dituduh mengeksekusi mati seorang tahanan Afghanistan yang tak bersenjata dan kondisinya sudah diborgol. Pembunuhan berdarah dingin ini terungkap saat proses penyelidikan empat tahun atas dugaan kejahatan perang yang dilakukan oleh pasukan Australia di Afghanistan mendekati akhir.
Seorang kepala awak helikopter Marinir Amerika Serikat (AS) mengatakan kepada Australian Broadcasting Corporation (ABC) bahwa sekelompok tentara Australia menembak dan membunuh seorang tahanan Afghanistan saat mereka bersiap untuk diterbangkan setelah penyerbuan. (Baca: Xi Jinping Bilang China Tak Takut Perang, Warning bagi AS! )
Menurut marinir, yang diidentifikasi hanya sebagai Josh, komando Australia mengirim helikopternya melalui radio untuk memberi tahu mereka bahwa mereka membutuhkan transportasi untuk tujuh tahanan yang ditangkap selama operasi.
“Dan Anda baru saja mendengar keheningan ini, lalu kami mendengar bunyi letusan. Dan kemudian mereka berkata, 'Oke, kami memiliki enam tahanan'," kata Josh kepada ABC yang dilansir Sabtu (24/10/2020).
Marinir AS itu mengatakan itu adalah pertama kalinya dia melihat sesuatu yang tidak bisa dibenarkan secara moral, karena narapidana tersebut telah ditahan dan tidak menimbulkan ancaman bagi pasukan Australia. (Baca: Putra Mahkota Saudi Akan Dibunuh Rakyatnya Jika Normalisasi dengan Israel )
"Kami tahu seseorang telah diborgol, siap untuk pergi, ditawan, dan kami hanya menyaksikan mereka membunuh seorang tahanan," ujar Josh.
Dia mengatakan dia berbicara tentang insiden itu dengan kru lainnya dan tim setuju tidak ada "alasan" atas apa yang terjadi. "Itu adalah keputusan yang sangat disengaja untuk melanggar aturan perang," kata Josh.
Seorang kepala awak helikopter Marinir Amerika Serikat (AS) mengatakan kepada Australian Broadcasting Corporation (ABC) bahwa sekelompok tentara Australia menembak dan membunuh seorang tahanan Afghanistan saat mereka bersiap untuk diterbangkan setelah penyerbuan. (Baca: Xi Jinping Bilang China Tak Takut Perang, Warning bagi AS! )
Menurut marinir, yang diidentifikasi hanya sebagai Josh, komando Australia mengirim helikopternya melalui radio untuk memberi tahu mereka bahwa mereka membutuhkan transportasi untuk tujuh tahanan yang ditangkap selama operasi.
“Dan Anda baru saja mendengar keheningan ini, lalu kami mendengar bunyi letusan. Dan kemudian mereka berkata, 'Oke, kami memiliki enam tahanan'," kata Josh kepada ABC yang dilansir Sabtu (24/10/2020).
Marinir AS itu mengatakan itu adalah pertama kalinya dia melihat sesuatu yang tidak bisa dibenarkan secara moral, karena narapidana tersebut telah ditahan dan tidak menimbulkan ancaman bagi pasukan Australia. (Baca: Putra Mahkota Saudi Akan Dibunuh Rakyatnya Jika Normalisasi dengan Israel )
"Kami tahu seseorang telah diborgol, siap untuk pergi, ditawan, dan kami hanya menyaksikan mereka membunuh seorang tahanan," ujar Josh.
Dia mengatakan dia berbicara tentang insiden itu dengan kru lainnya dan tim setuju tidak ada "alasan" atas apa yang terjadi. "Itu adalah keputusan yang sangat disengaja untuk melanggar aturan perang," kata Josh.
Lihat Juga :