Joe Biden Menang, Angin Segar buat Aliansi AS-Korsel
Selasa, 10 November 2020 - 14:34 WIB
loading...
Kemenangan Joe Biden menjadi angin segar bagi perselisihan pembiayaan tentara AS di Korsel. Foto/Ilustrasi
A
A
A
SEOUL - Calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Joe Biden , diproyeksikan menang dalam pemilihan presiden. Hal ini menjadi kabar baik bagi para pejabat Korea Selatan (Korsel) yang mengharapkan kemenangan mereka sendiri dalam perselisihan multi miliar dolar yang berlarut-larut dengan Washington atas biaya ribuan pasukan AS di semenanjung itu.
Para pejabat dan ahli di Seoul tidak mengharapkan Biden untuk sepenuhnya membatalkan permintaan agar Korsel membayar lebih untuk mempertahankan sekitar 28.500 tentara AS yang ditempatkan di negara itu sebagai warisan dari Perang Korea 1950-1953 yang secara teknis belum selesai.
Tapi Biden telah berjanji untuk tidak menggunakan kehadiran pasukan untuk "memeras" Korsel, dan sumber Seoul mengatakan mereka mengantisipasi pemerintahannya akan menyetujui kesepakatan yang mendekati proposal Seoul untuk membayar 13% lebih, atau sekitar USD1 miliar per tahun.
Presiden AS yang lengser, Donald Trump menuntut sebanyak USD5 miliar sebagai bagian dari dorongan yang lebih luas untuk membuat sekutu berkontribusi lebih banyak terhadap pertahanan.(Baca juga: George Bush Turut Ucapkan Selamat pada Biden )
Seorang juru bicara kampanye Biden menolak berkomentar, dan pejabat Korsel mengatakan tidak jelas seberapa dalam timnya memikirkan garis besar yang tepat dari Perjanjian Tindakan Khusus (SMA) yang baru.
"Tetapi kenaikan 13% yang dibahas dalam negosiasi sebelumnya dapat dianggap masuk akal," kata seorang pejabat pemerintah Korsel, yang berbicara tanpa menyebut nama untuk membahas negosiasi diplomatik.
Para pejabat dan ahli di Seoul tidak mengharapkan Biden untuk sepenuhnya membatalkan permintaan agar Korsel membayar lebih untuk mempertahankan sekitar 28.500 tentara AS yang ditempatkan di negara itu sebagai warisan dari Perang Korea 1950-1953 yang secara teknis belum selesai.
Tapi Biden telah berjanji untuk tidak menggunakan kehadiran pasukan untuk "memeras" Korsel, dan sumber Seoul mengatakan mereka mengantisipasi pemerintahannya akan menyetujui kesepakatan yang mendekati proposal Seoul untuk membayar 13% lebih, atau sekitar USD1 miliar per tahun.
Presiden AS yang lengser, Donald Trump menuntut sebanyak USD5 miliar sebagai bagian dari dorongan yang lebih luas untuk membuat sekutu berkontribusi lebih banyak terhadap pertahanan.(Baca juga: George Bush Turut Ucapkan Selamat pada Biden )
Seorang juru bicara kampanye Biden menolak berkomentar, dan pejabat Korsel mengatakan tidak jelas seberapa dalam timnya memikirkan garis besar yang tepat dari Perjanjian Tindakan Khusus (SMA) yang baru.
"Tetapi kenaikan 13% yang dibahas dalam negosiasi sebelumnya dapat dianggap masuk akal," kata seorang pejabat pemerintah Korsel, yang berbicara tanpa menyebut nama untuk membahas negosiasi diplomatik.
Lihat Juga :