Kekuasaan Trump Tinggal 73 Hari, Ini Wewenang Tanpa Batasnya

Senin, 09 November 2020 - 14:47 WIB
loading...
Kekuasaan Trump Tinggal...
Presiden Amerika Serikat Donald John Trump. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Sisa waktu kekuasaan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tigggal 73 hari lagi, karena presiden terpilih Joe Biden akan dilantik pada 20 Januari 2021.

Saat ini, kepresidenan Donald Trump seharusnya sudah "mati", tetapi para ahli politik memperingatkan pemimpin yang diibaratkan "bebek lumpuh" ini dapat menyebabkan kekacauan selama 73 hari terakhirnya berkuasa.

Kekalahannya—yang pertama dari seorang presiden petahana dalam empat dekade—akan membuatnya sebagai pecundang yang paling menderita. Para kritikus takut hal itu bisa membuat Trump yang egois lebih "berbahaya" dari sebelumnya. (Baca: Biden Presiden Terpilih AS: Raja Salman, Putin hingga Erdogan Bungkam )

Mereka memperingatkan Trump akan sangat gigih membuat kekacauan sebanyak mungkin sebelum dia meninggalkan Gedung Putih pada 20 Januari, merombak pengadilan dan jabatan pemerintah semaunya dengan menempatkan orang-orang yang dia sukai. Dia bahkan bisa memblokir janji-janji Biden selama kampanye.

"Seperti hewan yang terluka, Trump hari ini lebih berbahaya daripada sebelumnya saat duduk dengan nyaman di Oval Office," kata pakar politik Tori Malvern kepada Sunday Mirror, Minggu (8/11/2020).

"Dia akan tetap menjadi pahlawan di antara jutaan pemilih Republik dan penolakan apa pun terhadap rencananya akan ditanggapi dengan sengit oleh para loyalisnya."

Hari ini Trump masih mengklaim sebagai pemenang pilpres AS dan menolak kalah dari Joe Biden. "Pemilu ini masih jauh dari selesai," katanya saat main golf di Virginia ketika para pemimpin dunia mengucapkan selamat kepada Biden.

Dalam pernyataan resminya, Trump menegaskan bahwa dia akan mengajukan berbagai gugatan untuk mendapatkan hasil pilpres sesuai keinginannya sendiri. (Baca juga: Trump Dicap 'Bebek Lumpuh', tapi Miliki 75 Hari Kekuasaan Tanpa Batas )

"Mulai Senin (9/11/2020), kampanye kami akan mulai menuntut kasus kami untuk memastikan undang-undang pemilu ditegakkan sepenuhnya dan pemenang yang sah sudah duduk," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur 21 Target Militer hingga Pangkalan di Yordania
Heli Militer Mi-17 Pakistan...
Heli Militer Mi-17 Pakistan Jatuh, 22 Tentara Tewas termasuk 3 Perwira
Rekomendasi
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
KPK Rincikan Penyitaan...
KPK Rincikan Penyitaan Uang dari Geledah Rumah Silmy Karim
AS Juara Piala Dunia...
AS Juara Piala Dunia 2026, Jeep Siap Bagi-bagi Mobil Wrangler
Berita Terkini
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved