Jika Kalah, Trump Jadi Presiden Paling Populer Sepanjang Sejarah AS

Jum'at, 06 November 2020 - 15:21 WIB
loading...
A A A
Mantan wakil presiden dari Partai Demokrat itu telah mendesak warga Amerika untuk "tenang" karena pejabat pemilihan negara bagian dan lokal di seluruh negeri terus menghitung dan melaporkan surat suara yang secara resmi diberikan pada atau pada Hari Pemilihan pada hari Selasa.

“Demokrasi terkadang berantakan, jadi terkadang membutuhkan sedikit kesabaran,” kata Biden kepada wartawan yang berkumpul di kampung halamannya di Wilmington, Delaware dalam sambutan singkatnya pada Kamis.

“Tapi kesabaran itu telah dihargai selama lebih dari 240 tahun dengan sistem pemerintahan yang membuat iri dunia,” imbuhnya.



Amerika dan dunia sedang menunggu pada hari Jumat pada hasil lima negara bagian - Georgia, Nevada, Pennsylvania, North Carolina dan Arizona - yang akan menentukan penghuni berikutnya dari Kantor Oval.

“Di Amerika, suara itu sakral. Begitulah cara orang-orang di negara ini mengekspresikan keinginan mereka,” kata Biden.

"Dan itu adalah keinginan para pemilih, bukan yang lainnya, yang memilih presiden Amerika Serikat," ia menambahkan.

Associated Press telah memprediksi Arizona memilih Biden, menempatkannya pada 264 suara elektoral, enam di bawah ambang batas yang diperlukan untuk memenangkan Gedung Putih. Tetapi margin di sana telah diperketat sejak proyeksi itu dibuat Rabu pagi dan beberapa outlet berita lainnya belum melakukan proyeksi yang sama.

Bahkan jika Trump berhasil memimpin di Arizona, dia masih harus memenangkan Pennsylvania, di mana dia memiliki keunggulan yang semakin berkurang karena para pejabat terus mentabulasi surat suara. Jika Biden menyusul Trump di Pennsylvania dan perlombaan itu dibatalkan, itu akan memberinya 273 suara Electoral College, dan dengan demikian menjadi presiden - bahkan jika dia kalah di Arizona, Nevada dan Georgia.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Pejabat Israel Geram...
Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
Presiden Jerman Akan...
Presiden Jerman Akan Kunjungi Jakarta 15 Juni, Boyong Delegasi Bisnis dan Peneliti
AS Sebut Iran Akan Buka...
AS Sebut Iran Akan Buka Selat Hormuz Tanpa Biaya Tol
Rekomendasi
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
Pengembangan CBG Perkuat...
Pengembangan CBG Perkuat Transisi dan Kemandirian Energi Nasional
Ruben Onsu Syok Lihat...
Ruben Onsu Syok Lihat Betrand Peto Menangis, Siap Ajak Onyo Bicara dari Hati ke Hati
Berita Terkini
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Militer Iran: AS dan...
Militer Iran: AS dan Israel Tak Punya Pilihan Selain Kalah dan Menyerah!
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Tolak Rencana Israel Menyerang Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved