Jika Kalah, Trump Jadi Presiden Paling Populer Sepanjang Sejarah AS

Jum'at, 06 November 2020 - 15:21 WIB
loading...
Jika Kalah, Trump Jadi...
Donald Trump akan menjadi presiden AS paling populer yang kalah dalam pilpres sepanjang sejarah. Foto/Nikkei
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump , berada di jalur untuk menjadi sosok paling populer dari setiap presiden yang kalah dalam pemilu presiden (pilpres) sejarah negara itu.

Hingga hari Kamis, Trump telah mengumpulkan 69.651.725 suara populer secara nasional. Itu lebih banyak 4 juta dari 65.853.514 suara yang diterima dari lawannya pada tahun 2016, Hillary Clinton, dalam pemilu terakhir.

Jumlah itu juga kira-kira 6,5 juta lebih banyak suara populer daripada yang diterima Trump sendiri pada tahun 2016, ketika ia kehilangan margin populer dari Hillary tetapi meraih kemenangan Electoral College dengan membawa negara bagian Rust Belt di Michigan, Wisconsin, dan Pennsylvania, seperti dikutip dari Independent, Jumat (6/11/2020).

Jika Kalah, Trump Jadi Presiden Paling Populer Sepanjang Sejarah AS


Penghitungan suara Trump yang hampir mencapai 70 juta, yang diperkirakan akan meningkat lebih banyak dalam beberapa hari dan minggu mendatang karena banyak negara bagian terus menghitung suara absensi dan sementara - lebih dari yang diterima mantan Presiden Barack Obama dalam kemenangan telaknya pada 2008 atas almarhum Senator Arizona John McCain.

Beberapa proyeksi menunjukkan bahwa Trump dapat kehilangan suara populer secara keseluruhan untuk Biden dengan selisih sekitar 8,5 juta suara ketika semua surat suara telah dihitung secara nasional. Margin itu kira-kira setara dengan antara Ronald Reagan dan Jimmy Carter pada pemilu 1980 yang secara luas dianggap sebagai salah satu pemilu paling tidak berimbang dalam sejarah AS modern.

Penting untuk dicatat bahwa total suara secara keseluruhan untuk Biden dan Trump lebih mencerminkan populasi usia pemilih AS yang terus meningkat daripada yang lainnya.

Biden memimpin Trump dalam pemilihan umum dengan kurang dari 3 poin persentase pada Jumat pagi, meskipun margin itu diperkirakan akan tumbuh sebanyak 4 atau 5 poin persentase pada akhir penghitungan nasional, menurut beberapa ahli pemilu.

Trump belum mengakui pemilihan tersebut, karena dia telah menimbulkan serentetan tuduhan tidak berdasar atas penipuan pemilih di beberapa negara bagian utama.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Piala Dunia 2026 Sukses...
Piala Dunia 2026 Sukses Digelar, Presiden FIFA Gianni Infantino Dapat Tawaran Jabatan dari Trump
Blokade Laut Memanas,...
Blokade Laut Memanas, Houthi Gempur 2 Kapal Tanker Arab Saudi di Laut Merah
Walkot New York Mamdani...
Walkot New York Mamdani Sebut Netanyahu Arsitek Genosida, Desak AS Tangkap
Rekomendasi
Kapolri Bertemu Direktur...
Kapolri Bertemu Direktur FBI, Bahas Penguatan Kerja Sama Kejahatan Transnasional
Permintaan Hunian Tetap...
Permintaan Hunian Tetap Tinggi, Alam Sutera Kembangkan Kawasan Residensial Baru
Kenyamanan Menginap...
Kenyamanan Menginap di Berbagai Pilihan Hotel yang Favorit
Berita Terkini
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
Infografis
5 Negara Terancam setelah...
5 Negara Terancam setelah Donald Trump Kembali Jadi Presiden AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved