Pilpres AS, Partai Demokrat Tetap Kecewa Meski Kuasai Gedung Putih

Jum'at, 06 November 2020 - 09:01 WIB
loading...
A A A
Banyak pihak di Partai Demokrat harus menelan pil pahit karena lemahnya performa pada pertarungan Senat. "Kita telah salah melakukan kalkulasi," ungkap salah satu anggota parlemen dari Partai Demokrat yang enggan disebutkan namanya, dilansir CNN.

Di DPR, Demokrat juga kehilangan beberapa kursi meskipun tetap akan menjadi mayoritas. Demokrat harus menjadi minoritas di Senat. Banyak pihak mengirim pesan agar Demokrat harus fokus pada suara kiri yang menjadi energi negara tersebut.

"Saya masih harus yakin bahwa rakyat kita ingin bekerja sama," kata Senator Joe Manchin, seorang Demokrat konservatif. Perpecahan menjadi alasan melemahnya kekuatan Demokrat. "Saya mengatakan bahwa saya tidak ingin melakukan sesuatu yang memecah belah kita," paparnya.

Banyaknya perbedaan dan perpecahan di dalam Partai Demokrat menjadikan mereka lemah. Berbeda dengan Partai Republik yang solid dan memiliki loyalis yang sangat kuat. Mereka tetap mempertahankan loyalisnya dari Montana hingga South Carolina. Mereka mampu memainkan retorika yang membuat kesan Demokrat akan menutup ekonomi AS dan menjadi rakyat AS sebagai sosialis. (Lihat videonya: Status Gunung Merapi Naik ke Level Siaga)

Strategi kampanye Republik dan Trump pun diabaikan Demokrat. Pemimpin mayoritas Senat Republuk Mitch McConn3l mengatakan strategi kampanye lintas negara bagian mampu menjadikan orang tidak berpikir dan berekspektasi. Dukungan kampanye Trump dengan mengunjungi banyak negara bagian mampu menjadi kampanye luar biasa. "Saya pikir itu membantu kita dalam pertarungan di Senat," paparnya. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Sangat Keras Jika Tak Kendalikan Hizbullah!
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
AS Janji Ubah Hubungan...
AS Janji Ubah Hubungan dengan Iran secara Drastis, jika...
Rekomendasi
Bukan Sekadar Insinyur,...
Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial
MLSC All-Stars 2026:...
MLSC All-Stars 2026: 12 Tim Terbaik Siap Berebut Gelar Juara di Kudus
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Infografis
Inilah 3 Alasan Mengapa...
Inilah 3 Alasan Mengapa Donald Trump Menang Pilpres AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved