Serangan Meningkat, Prancis Tingkatkan Keamanan di Perbatasan
Kamis, 05 November 2020 - 22:14 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Macron, ancaman yang dihadirkan oleh terorisme Islamis merupakan ancaman jangka panjang. Dia melanjutkan, serangan terbaru di Austria menunjukkan bahaya terorisme bisa datang dari mana-mana, termasuk dari agen yang dikirim dari negara lain.
Pernyataan ini datang tidak lama setelah adanya laporan bahwa Prancis telah meluncurkan 187 penyelidikan terhadap dugaan ekstremisme kekerasan sejak pembunuhan Samuel Paty di Paris pada pertengahan Oktober. ( Baca juga: Mau Ikutan Boikot Produk Prancis? Cek Dulu Meteran Listrik di Rumah, Bos! )
Paty dipenggal di pinggiran kota Paris oleh seorang remaja Chechnya berusia 18 tahun setelah dia menggunakan kartun Nabi Muhammad dalam pelajaran kebebasan berbicara. Pembunuhan itu diikuti oleh serangan teroris lainnya di sebuah gereja katolik di Nice pada 29 Oktober, di mana tiga orang ditikam oleh seorang radikal berusia 21 tahun asal Tunisia.
Pernyataan ini datang tidak lama setelah adanya laporan bahwa Prancis telah meluncurkan 187 penyelidikan terhadap dugaan ekstremisme kekerasan sejak pembunuhan Samuel Paty di Paris pada pertengahan Oktober. ( Baca juga: Mau Ikutan Boikot Produk Prancis? Cek Dulu Meteran Listrik di Rumah, Bos! )
Paty dipenggal di pinggiran kota Paris oleh seorang remaja Chechnya berusia 18 tahun setelah dia menggunakan kartun Nabi Muhammad dalam pelajaran kebebasan berbicara. Pembunuhan itu diikuti oleh serangan teroris lainnya di sebuah gereja katolik di Nice pada 29 Oktober, di mana tiga orang ditikam oleh seorang radikal berusia 21 tahun asal Tunisia.
(esn)
Lihat Juga :