Turki Bantah Keberadaan Kelompok ‘Grey Wolves’

Kamis, 05 November 2020 - 21:36 WIB
loading...
Turki Bantah Keberadaan...
Turki membantah keberadaan grup nasionalis Turki yang disebut Grey Wolves, yang disanksi oleh Prancis. Foto/REUTERS
A A A
ANKARA - Turki membantah keberadaan grup nasionalis Turki yang disebut "Grey Wolves", yang disanksi oleh Prancis. Meski demikian, Turki tetap mengecam keputusan tersebut dan menyebutnya sebagai serangan terhadap kebebasan berpendapat.

Juru bicara pemerintah Prancis, Gabriel Attal mengatakan, grup ini melakukan tindakan yang sangat kejam, menyebarkan ancaman, dan menciptakan hasutan untuk membenci pihak berwenang dan orang Armenia. ( Baca juga: Macron Belum Minta Maaf, Ulama Serukan Boikot Produk Prancis )

"Tidak ada gerakan yang disebut "Grey Wolves" yang dilarang oleh pemerintah Prancis," kata Kementerian Luar Negeri Prancis dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (5/11/2020).

"Ini adalah manifestasi terbaru dari pendekatan tidak konsisten yang digunakan oleh Prancis untuk melihat tindakan beberapa orang yang diduga tergabung dalam organisasi yang tidak ada ini bagaimanapun, tidak dapat diterima untuk melarang simbol yang tersebar luas di banyak negara di dunia dan tidak mengandung sesuatu yang ilegal," sambungnya.

Disebut dalam bahasa Turki sebagai Ulku Ocaklari, kelompok ini sering disebut sebagai "Grey Wolves" di media Prancis. ( Baca juga: Prancis Bubarkan Grup Diaspora Turki ‘Grey Wolves’ )

Grup ini menyatukan berbagai asosiasi lokal di seluruh negeri untuk mempromosikan bahasa dan budaya Turki, serta mengatur kegiatan sosial untuk memperkuat solidaritas di antara anggota komunitas Turki di Prancis.

Di situsnya, kelompok itu mengatakan menolak segala macam ekstremisme dan mempromosikan proyek sosial untuk integrasi diaspora Turki ke dalam masyarakat Prancis. Dalam beberapa pekan terakhir, anggota kelompok itu mengorganisir demonstrasi damai yang memprotes serangan militer Armenia terhadap Azerbaijan dan pendudukan ilegal di Karabakh Atas, atau Nagorno-Karabakh.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Baykar dan Leonardo...
Baykar dan Leonardo Kembangkan Drone MUM-T yang Jadi Andalan Perang Masa Depan
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Meningkat Jadi 5.208 Orang, 16.740 Luka-Luka
Perayaan Juara Spanyol...
Perayaan Juara Spanyol Makan Korban, Remaja 13 Tahun Tewas gegara Air Mancur Roboh
Rekomendasi
PFII Ditargetkan Beroperasi...
PFII Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini, Purbaya Bocorkan Penentuan Lokasi
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
Dituding Egois, Jennifer...
Dituding Egois, Jennifer Coppen Ungkap Alasan Justin Hubner Lewatkan Final Piala Dunia
Berita Terkini
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Infografis
5 Negara Calon Pemimpin...
5 Negara Calon Pemimpin Baru NATO, Salah Satunya Turki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved