Momentum AS Kokohkan Pimpin Dunia

Kamis, 05 November 2020 - 06:05 WIB
loading...
Momentum AS Kokohkan...
Gelaran Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat diwarnai persaingan perolehan suara yang cukup ketat. Foto/Koran SINDO
A A A
WASHINGTON - Gelaran Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat diwarnai persaingan perolehan suara yang cukup ketat. Hingga tadi malam pukul 23.00 WIB, calon presiden Joe Biden masih memimpin atas lawannya, Donald Trump.

Baik Biden maupun Trump menjadikan pilpres sebagai ajang untuk menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) harus memperkokoh diri sebagai penguasa dunia. Menjaga posisi sebagai pemimpin dunia ini penting karena domininasi AS mulai banyak mendapat ancaman.

Momentum AS Kokohkan Pimpin Dunia


Biden menjanjikan bahwa tradisi AS adalah pemimpin dunia dan menggerakkan tatanan dunia yang lebih baik. Biden berulang kali dalam kampanye akan mengubah kebijakan luar negeri AS jika menang pada pemilu presiden. Rakyat AS pun paham bahwa mantan wakil presiden AS itu akan mengubah dan membalikkan semua kebijakan yang dilaksanakan Trump dalam isu Iran, perubahan iklim dan Badan Kesehatan Dunia (WHO). Selama ini, pelanggaran traktat dan tidak setia dengan aliansi menjadi identitas yang melekat pada pemerintahan Trump. (Baca: Waspada dengan Virus Kejahilan)

Biden akan menjalankan kebijakan yang sangat kontras dengan Trump yang cenderung mengisolasi diri. Biden akan membangun kembali aliansi, strategi untuk memperbaiki ulang kesepakatan perjanjian internasional dan merefleksikan tantangan terberat AS yakni pandemi korona dan krisis iklim.

“Kebijakan America First telah menjadikan Amerika sendirian,” kata Brian McKeon, penasihat kebijakan luar negeri Biden dan mantan penasihat Gedung Putih saat pemerintahan Barack Obama. Pada hari pertama berkantor, Biden dia prediksi akan menghubungi aliansi kunci dan mengatakan AS telah kembali dan AS berada di sisimu.

Selama empat tahun berkuasa, Trump selalu menyalahkan negara yang menjadi aliansinya. Dia juga menempatkan dirinya sebagai autocrat dunia sehingga AS pun kehilangan semua aliansinya. Padahal, keamanan nasional AS akan lebih kuat jika kemitraan strategis dengan aliansi juga kuat.

“Kita memiliki jaringan aliansi yang tidak dimiliki China dan Rusia. Kita lebih kuat jika kita Bersama dengan aliansi kita,” kata McKeon.

Sudah sejak Trump berkuasa, AS mengabaikan nilai aliansi dengan NATO, Jerman, Korea Selatan dan Jepang. Dia menjadikan AS keluar dari kesepakatan nuklir Iran, kesepakatan iklim Paris, WHO dan memiliki posisi lemah di berbagai lembaga PBB. (Baca juga: Banyak Persoalan, MPR Minta Kemendikbud Evaluasi Pelaksanaan PJJ)

Dalam menghadapi China, ketika Trump memilih jalur konfrontasi melalui perang dagang, Biden diprediksi akan memiliki jalur yang lebih humanis dan sesuai koridor. Biden selalu melihat adanya kepentingan AS untuk bisa bekerja sama dengan Beijing, termasuk dalam isu perubahan iklim dan Korea Utara. Biden akan mengutamakan kerja sama erat dalam penyelesaian isu Huawei dan 5G, pencurian hak kekayaan intelektual dan ekspansi China di perairan Asia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
Trump: Pasukan AS Segera...
Trump: Pasukan AS Segera Serang Lokasi Gunung Pickaxe Iran dengan Sangat Hebat
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Piala Dunia 2026 Sukses...
Piala Dunia 2026 Sukses Digelar, Presiden FIFA Gianni Infantino Dapat Tawaran Jabatan dari Trump
Feri Tua Membawa 133...
Feri Tua Membawa 133 Orang Terbalik di Pantai Atlantik, 66 Orang Masih Hilang
PM Jepang Takaichi:...
PM Jepang Takaichi: Akhirnya Saya Bisa Tidur 5 Jam, Nyetrika dan Jahit!
Rekomendasi
Nathalie Holscher Resmi...
Nathalie Holscher Resmi Menikah, Sule Ucapkan Selamat dan Titip Adzam
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
Infografis
Jadwal Semifinal Piala...
Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026: Duel Penentu Final
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved