Trump Terus Mengejar dengan 204 Suara, Biden 227 Suara Electoral

Rabu, 04 November 2020 - 12:05 WIB
loading...
Trump Terus Mengejar...
Ilustrasi Presiden AS Donald Trump dan Joe Biden. Foto/REUTERS/Sindonews
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terus mengejar ketertinggalan dengan meraih 204 suara electoral.

Sedangkan kandidat presiden dari Partai Demokrat Joe Biden sejauh ini masih memimpin dengan mengumpulkan 227 suara electoral.

Diperlukan 270 suara electoral untuk memenangkan pemilu presiden Amerika Serikat (AS) yang telah memecah para pemilih di negeri itu.



Untuk suara populer, Biden mendapatkan 59 juta suara dan Trump memperoleh 58 juta suara, menurut data terbaru Fox News dan The Guardian. (Baca Juga: Jill Biden atau Melania Trump, Siapa Ibu Negara AS Selanjutnya?)

Biden menang di Colorado dan mendapatkan sembilan suara electoral. Di Distrik Columbia, Biden mendapatkan tiga suara electoral. Dia juga memenangkan New York dan New Mexico. (Lihat Infografis: Donald Trump Atau Joe Biden? Menuju Gedung Putih)

Trump Terus Mengejar dengan 204 Suara, Biden 227 Suara Electoral


Donald Trump menambah suara dengan memenangkan Arkansas, North Dakota, South Dakota, Wyoming, Louisiana dan Nebraska. Kemenangan ini sudah diprediksi sebelumnya dalam berbagai survei.

Dengan demikian, Trump menambah kemenangan setelah sebelumnya menguasai Oklahoma, Tennessee, Mississippi dan Alabama.

Joe Biden telah memenangkan Delaware, tempat tinggalnya. Calon presiden dari Partai Demokrat itu meraih kemenangan di Rhode Island, New Jersey, Massachussetts, Maryland, Illinois, Delaware, dan Connecticut.

Joe Biden memenangkan Virginia dan meraih 13 electoral yang diperebutkan di sana. Virginia merupakan swing state saat kampanye Barack Obama pada 2008 dan 2012, tapi telah menjadi kandang Partai Demokrat dalam beberapa tahun terakhir.

Tak mau ketinggalan, Donald Trump raih kemenangan di West Virginia. Kemenangan Trump di sana tak mengejutkan. Trump pun mendapat tambahan lima suara electoral.

Trump juga memenangkan South Carolina dan mendapat tambahan sembilan suara electoral. Trump pun unggul di Oklahoma, Tennessee, Missisippi, dan Alabama.

Beberapa saat setelah pemungutan suara ditutup di Kentucky, AP mendeklarasikan Donald Trump memenangkan delapan suara electoral di sana.

Kemenangan Trump di Kentucky sudah diprediksi sebelumnya. Tak hanya di Kentucky, Trump juga menang di Indiana menurut laporan Reuters. Di Indiana, Trump meraih 11 suara electoral.

Adapun Joe Biden telah mengamankan kemenangan pertamanya di Vermont yang menyediakan tiga suara electoral. Ini menjadi kemenangan perdananya.

Pesta demokrasi kali ini memang berbeda dari sebelumnya karena selama kampanye rakyat AS mengalami polarisasi yang sangat dalam.

Masker wajah yang dikenakan banyak pemilih dan toko-toko yang ditutup papan di beberapa pusat kota menjadi pengingat dua masalah besar yang membentuk pemilu 2020, yakni COVID-19 dan kerusuhan saat protes mengecam kebrutalan polisi dan rasisme.

Sejumlah kelompok hak-hak sipil mengatakan mereka sedang memantau tanda-tanda tekanan pada pemilih. Lembaga penegak hukum juga waspada terhadap gangguan selama pemungutan suara. Namun ketakutan terburuk mereka tidak terjadi hingga sore hari waktu setempat.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: ‘Anda Curang atau Bodoh’
AS Bukan Lagi Negeri...
AS Bukan Lagi Negeri Kesempatan untuk Belajar dan Bekerja, Ini 3 Alasannya
Mengapa Perang Iran...
Mengapa Perang Iran Tidak Diinginkan Rakyat AS? Ini 4 Pemicunya
3 Isu yang Mengguncang...
3 Isu yang Mengguncang Popularitas Trump pada 2025
Meski Sudah Dijamu di...
Meski Sudah Dijamu di Gedung Putih, Mengapa Zohran Mamdani Tetap Sebut Trump sebagai Fasis?
Mengapa Trump Gagal...
Mengapa Trump Gagal Bendung Kemenangan Besar Partai Demokrat pada Pemilu Gubernur dan Wali Kota AS?
Daftar Pejabat Amerika...
Daftar Pejabat Amerika Serikat yang Dilantik dengan Al-Quran
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Sosok Elon Musk, Triliuner...
Sosok Elon Musk, Triliuner Pertama di Dunia Berkat IPO SpaceX
Rekomendasi
Barongsai PRJ 2026 Sedot...
Barongsai PRJ 2026 Sedot Perhatian Pengunjung, Anak-Anak Antusias Beri Angpao
Rumah Anisa Rahma 80...
Rumah Anisa Rahma 80 Persen Terbakar, Ruang Berisi 3.500 Al-Quran Tetap Utuh
Jumhur Dorong Penanaman...
Jumhur Dorong Penanaman Bambu untuk Serap Emisi dan Tingkatkan Penghasilan Warga
Berita Terkini
Pejabat Israel Geram...
Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
2 Helikopter Tabrakan...
2 Helikopter Tabrakan di Rio de Janeiro Tewaskan 6 Orang, Termasuk Penyanyi Oliver Tree
Anggota Kongres AS:...
Anggota Kongres AS: Kesepakatan dengan Iran Adalah Kekalahan Trump dan Amerika!
Ini Poin-poin Penting...
Ini Poin-poin Penting Kesepakatan AS-Iran, Diteken di Jenewa Jumat Mendatang
AS dan Iran Capai Kesepakatan,...
AS dan Iran Capai Kesepakatan, Perang Berakhir
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved