Hakim AS Perintahkan Layanan Pos Periksa Surat Suara Tertunda

Rabu, 04 November 2020 - 11:05 WIB
loading...
Hakim AS Perintahkan...
Surat suara yang dikirim dengan pos dalam pemilu AS. Foto/Newsmax
A A A
WASHINGTON - Hakim Amerika Serikat (AS) memerintahkan Layanan Pos AS (USPS) memeriksa fasilitas pemrosesan surat pada Selasa (3/11) sore untuk penundaan surat suara pemilihan.

Hakim meminta USPS segera mengirimkan semua surat suara di sekitar selusin negara bagian, termasuk di Pennsylvania dan Florida yang menjadi medan perang dalam pemilu kali ini.

Data USPS menunjukkan sekitar 300.000 surat suara yang diterima untuk pemrosesan surat tidak memiliki pindaian (scan) yang mengonfirmasi pengirimannya ke otoritas pemilu.



Meskipun surat-suara dapat dikirim tanpa pemindaian, kelompok hak suara khawatir penundaan surat itu dapat menyebabkan beberapa suara tersebut didiskualifikasi. (Baca Juga: Jill Biden atau Melania Trump, Siapa Ibu Negara AS Selanjutnya?)

Hakim Distrik AS Emmet Sullivan mengeluarkan keputusan itu sebagai tanggapan atas tuntutan hukum yang diajukan berbagai kelompok termasuk Vote Forward, NAACP, dan kelompok komunitas Amerika Latin. (Lihat Infografis: Donald Trump Atau Joe Biden? Menuju Gedung Putih)

Yang terpengaruh oleh perintah hakim itu adalah Pennsylvania tengah, New England bagian utara, Carolina Selatan, Florida selatan, Colorado, Arizona, Alabama, dan Wyoming, serta kota-kota Atlanta, Houston, Philadelphia, Detroit, dan Lakeland, Florida.

Hakim AS Perintahkan Layanan Pos Periksa Surat Suara Tertunda


Sullivan memerintahkan petugas pos menyelesaikan pemeriksaan pada pukul 3 sore dan sertifikasi pada pukul 16.30 serta tidak boleh ada surat suara yang tertinggal.

Tim Pengacara USPS mengatakan kepada Sullivan dalam pengajuan pengadilan bahwa “USPS tidak dapat menyelesaikan penyisiran surat pada pukul 16.30 tetapi bekerja secepat mungkin untuk mematuhi perintah pengadilan ini sambil mengakui keterbatasan fisik dan operasional serta kebutuhan untuk menghindari gangguan pada aktivitas utama pada Hari Pemilu."

“Inspektur akan berada di fasilitas yang diidentifikasi sepanjang malam,” tambah pengacara USPS.

NAACP mengajukan permintaan darurat sidang pengadilan baru untuk membahas langkah selanjutnya karena USPS tidak mematuhi perintah pengadilan.

Departemen Kehakiman mengatakan inspektur pos masih meninjau 220 fasilitas harian yang menangani surat pemilihan, termasuk catatan untuk akurasi, pemindaian surat yang tertunda, dan memastikan surat pemilihan diproses dengan cepat dan tidak ada surat suara yang ditahan karena perangko yang sudah tak berlaku.

Banyak negara bagian hanya akan menghitung surat suara yang diterima pada akhir hari Selasa dalam hasil pemilihan mereka.

Pada Agustus, USPS menangguhkan pemotongan biaya seperti memindahkan kotak pos dan mesin pengolah surat yang diterapkan Jenderal Postmaster Louis DeJoy, sekutu Presiden Donald Trump.

Jaksa Agung negara bagian dan kelompok hak sipil mengatakan perubahan itu akan memperlambat pengiriman surat pemilu dan menyulitkan pemilih berpartisipasi selama pandemi virus corona.

Layanan pos mengatakan telah mengirimkan 122 juta surat suara sebelum Selasa.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: ‘Anda Curang atau Bodoh’
AS Bukan Lagi Negeri...
AS Bukan Lagi Negeri Kesempatan untuk Belajar dan Bekerja, Ini 3 Alasannya
Mengapa Perang Iran...
Mengapa Perang Iran Tidak Diinginkan Rakyat AS? Ini 4 Pemicunya
3 Isu yang Mengguncang...
3 Isu yang Mengguncang Popularitas Trump pada 2025
Meski Sudah Dijamu di...
Meski Sudah Dijamu di Gedung Putih, Mengapa Zohran Mamdani Tetap Sebut Trump sebagai Fasis?
Mengapa Trump Gagal...
Mengapa Trump Gagal Bendung Kemenangan Besar Partai Demokrat pada Pemilu Gubernur dan Wali Kota AS?
Daftar Pejabat Amerika...
Daftar Pejabat Amerika Serikat yang Dilantik dengan Al-Quran
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Johannesburg Tewaskan 12 Orang, Polisi Buru 10 Tersangka
Sebelum Meninggal Dunia,...
Sebelum Meninggal Dunia, Putri Thailand Bajrakitiyabha Alami Gangguan Jantung Serius
Rekomendasi
Traveloka Gelar Schooliday...
Traveloka Gelar Schooliday Sale, 46% Wisatawan RI Prioritaskan Biaya
Cut Meyriska Syok Hanania...
Cut Meyriska Syok Hanania Travel Bermasalah, Padahal Sudah Kantongi Akreditasi dan Rekor MURI
Kasus Erin Berbalik...
Kasus Erin Berbalik Arah? Bukti Psikologis Nur Disebut Untungkan Herawati
Berita Terkini
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved