Polisi Austria Tangkap 14 Orang Pasca Serangan Teroris di Wina

Rabu, 04 November 2020 - 04:15 WIB
loading...
Polisi Austria Tangkap...
Polisi Austria menangkap 14 orang pasca serangan teroris di Wina. Foto/Shine
A A A
WINA - Polisi Austria menggerebek 18 properti dan menangkap 14 orang dalam perburuan besar-besaran terhadap kaki tangan teroris yang menembak mati empat orang melukai 22 lainnya dalam serangan di pusat kota Wina .

Pria bersenjata itu, yang dibunuh oleh polisi beberapa menit setelah melepaskan tembakan di bar yang ramai pada hari Senin, telah dibebaskan dari penjara kurang dari setahun yang lalu. Dia diidentifikasi sebagai Kujtim Fejzulai, seorang warga Austria berusia 20 tahun yang juga berkewarganegaraan Makedonia Utara.(Baca juga: Tersangka Serangan Teror Wina Simpatisan ISIS )

Itu adalah serangan militan pertama di Wina dalam satu generasi, dan pemerintah berjanji akan mengambil tindakan tegas.

"Kami akan mempertahankan nilai-nilai fundamental kami, cara hidup kami dan demokrasi kami dengan segenap kekuatan kami," kata Kanselir Austria Sebastian Kurz dalam pidato nasional tentang apa yang dia sebut sebagai serangan teror Islam.

“Kami akan mencari dan memburu para pelaku, mereka yang berada di balik ini dan rekan-rekannya dan memberikan hukuman yang adil. Dan kami akan mengejar semua orang yang ada hubungannya dengan kemurkaan ini dengan semua cara yang tersedia," imbuhnya seperti dikutip dari Reuters, Rabu (4/11/2020).



Berbicara kepada stasiun ORF, Kurz mendesak negara-negara Eropa untuk mengambil tindakan yang lebih tegas terhadap terorisme.

“Kita harus memberikan kesempatan kepada setiap orang yang ingin berintegrasi untuk berintegrasi, tetapi pada saat yang sama kita harus menjelaskan bahwa nilai-nilai dasar kita tidak dapat dinegosiasikan,” ujarnya.

Polisi Swiss juga menangkap dua pria pada hari Selasa di dekat Zurich dalam penyelidikan kemungkinan kaitannya dengan pria bersenjata itu.(Baca juga: Para Pendukung ISIS Gembira dengan Serangan Teror di Wina )

Serangan itu menyusul serangan mematikan baru-baru ini oleh penyerang tunggal di Nice dan Paris. Banyak umat Muslim yang marah dengan publikasi karikatur Nabi Muhammad SAW di majalah satir Prancis yang sangat sekuler.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penembakan Guncang Masjid...
Penembakan Guncang Masjid Terbesar San Diego AS, 5 Tewas, Termasuk 2 Tersangka
Jet Tempur Austria Berani...
Jet Tempur Austria Berani Cegat Pesawat Mata-mata Militer AS: Haruskah Kami Tembak Jatuh?
Ahmed, Muslim yang Jadi...
Ahmed, Muslim yang Jadi Pahlawan Tragedi Bondi, Diberi Hadiah Rp41,7 Miliar
PM Australia Jenguk...
PM Australia Jenguk Muslim yang Melawan Penembak Massal: Ahmed, Anda Pahlawan!
Influencer Pro-Israel...
Influencer Pro-Israel Sebar Hoaks soal Pahlawan Muslim dalam Penembakan Massal Bondi: 'Dia Kristen...'
Muslim Sydney Tolak...
Muslim Sydney Tolak Makamkan Jenazah Pelaku Penembakan Massal Pantai Bondi
Prabowo Kunjungi Perancis,...
Prabowo Kunjungi Perancis, Gerindra: Bukti Nyata Politik Bebas-Aktif yang Berwibawa
Heboh! Pentagon Sempat...
Heboh! Pentagon Sempat Lockdown Usai Sensor Deteksi Antraks, Ternyata Alarm Palsu
Cerita Striker Irak...
Cerita Striker Irak di Piala Dunia 2026, Hampir Putus Asa usai Ayah Tewas Ditembak saat Perang
Rekomendasi
Bintang Ghana Thomas...
Bintang Ghana Thomas Partey Dilarang Masuk Kanada Buntut Kasus Pelecehan Seksual
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Hari Kedua Diserbu Talenta Muda Berprestasi
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Makin Ketat, Ini Kriteria yang Dicari Para Juri
Berita Terkini
Anggota Kongres AS:...
Anggota Kongres AS: Kesepakatan dengan Iran Adalah Kekalahan Trump dan Amerika!
Ini Poin-poin Penting...
Ini Poin-poin Penting Kesepakatan AS-Iran, Diteken di Jenewa Jumat Mendatang
AS dan Iran Capai Kesepakatan,...
AS dan Iran Capai Kesepakatan, Perang Berakhir
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Infografis
Langgar Gencatan Senjata,...
Langgar Gencatan Senjata, Israel Gelar Serangan Udara di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved