Jet Tempur Austria Berani Cegat Pesawat Mata-mata Militer AS: Haruskah Kami Tembak Jatuh?

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:14 WIB
loading...
Jet Tempur Austria Berani...
Jet tempur Eurofighter Typhoon Austria dikerahkan untuk mencegat pesawat mata-mata militer Amerika Serikat selama dua hari berturut-turut, 10 dan 11 Mei. Foto/Army Recognition
A A A
WINA - Jet tempur Eurofighter Typhoon Austria dikerahkan dua hari berturut-turut untuk mencegat pesawat mata-mata militer Amerika Serikat (AS). Meski demikian, langkah berani militer negara netral di Eropa ini tetap menuai kritik dari warganya sendiri.

Pencegatan tersebut terjadi pada 10 dan 11 Mei dan terkait dengan pesawat turboprop PC-12 modifikasi yang digunakan militer AS terutama untuk intelijen sinyal dan operasi pengintaian. Penamaan AS untuk pesawat tersebut adalah U-28.

Baca Juga: Usai Bantu Iran Melacak Pesawat Pengebom B-2 AS, Perusahaan Satelit China Ledek Amerika

Bertentangan dengan laporan awal di media berbahasa Jerman, tampaknya tidak ada pesawat yang secara ilegal melanggar wilayah udara Austria. Angkatan Udara AS telah mengajukan izin lintas udara untuk dua pesawat pada 10 Mei, tetapi tidak menggunakannya. Kemudian pada hari yang sama, dua pesawat Angkatan Udara AS (USAF) yang berbeda mendekati wilayah udara Austria tanpa pemberitahuan, dan jet tempur dikerahkan untuk mencegat mereka—tetapi mereka berbalik sebelum melintasi perbatasan, kata juru bicara militer Austria Michael Bauer.

AS mengajukan kembali izin lintas udara untuk hari berikutnya dan menggunakannya saat itu. Angkatan Udara Austria mengirimkan jet tempur untuk memastikan bahwa pesawat yang melintasi wilayah udara sesuai dengan izin yang telah disetujui. "Beberapa hal harus Anda lihat sendiri," kata Bauer dalam sebuah pernyataan di X.

Menurut Bauer, jet tempur Austria dikerahkan dalam "pencegatan prioritas A" pada 11 Mei, yang menandai urgensi tertinggi dalam nomenklatur Angkatan Udara Austria.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
Pertama Kali, Pasukan...
Pertama Kali, Pasukan AS Serang Pangkalan Angkatan Laut Iran dengan Drone Laut
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
China Segera Terapkan...
China Segera Terapkan UU Etnis Kontroversial, Bisa Incar Aktivis di Luar Negeri
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Membunuhnya Sejak Lama: Saya Jadi Target
Rekomendasi
Mengapa Safar Dijuluki...
Mengapa Safar Dijuluki Bulan Perang? Simak 9 Peristiwa Bersejarah Islam Ini
Sri Radjasa Duga Ada...
Sri Radjasa Duga Ada Motif Politik di Balik Kasus Febrie Adriansyah
Gunung Dukono Erupsi,...
Gunung Dukono Erupsi, Luncurkan Abu Vulkanik Setinggi 2.300 Meter
Berita Terkini
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Politik AS Didominasi...
Politik AS Didominasi Manula! Ini Deretan Politisi Tua yang Melebihi Usia Pensiun
Jepang Bentuk Badan...
Jepang Bentuk Badan Intelijen Baru untuk Pertama Kalinya sejak Perang Dunia II, Ini 5 Alasannya
10 Danau Terjernih di...
10 Danau Terjernih di Dunia, Nomor 7 dari Indonesia
Iran Dituding Retas...
Iran Dituding Retas Jaringan Seluler Timur Tengah untuk Lacak Personel AS
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
Infografis
Jet Tempur Su-27 Ukraina...
Jet Tempur Su-27 Ukraina Jatuh saat Duel Lawan Drone Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved